Putaran akhir PGM (Professional Golf of Malaysia) IGT (Indonesian Golf Tour) Championship kemarin (5/11) menghadirkan keberhasilan dua pegolf Indonesia, Danny Masrin dan George Gandranata, yang menembus lima besar di tengah dominasi para pegolf tuan rumah di Top 10. Keduanya merupakan duta Zurich Indonesia, yang merupakan sponsor untuk tim Indonesia dalam ajang ini.

Danny kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu harapan Indonesia di ajang internasional. Pegolf Indonesia berusia 24 tahun itu berhasil merangsek masuk Dua Besar dalam inagurasi turnamen golf profesional antara Malaysia dan Indonesia ini.

Dua birdie di tiga hole terakhir langsung mengangkat posisi Danny ke T2, bersanding dengan pegolf Asian Tour asal Malaysia, Danny Chia. Keduanya membukukan skor akhir total 9-under 207. Mengawali permainan dengan skor 7-under, Danny berhasil menambah dua birdie di hole 16 dan 17. Bersama Danny Chia, Danny langsung menipiskan jarak dengan sang pemuncak klasemen Ben Leong, hanya tertinggal satu stroke. Sayang, di hole terakhir, Danny gagal memaksakan play-off setelah pukulan birdie gagal masuk.

“Saya sebenarnya yakin (bolanya) bisa masuk. Namun, rupanya bola berhenti terlebih dahulu sebelum masuk hole. Namun, saya puas dengan hasil 3 hari ini. Apalagi, saya bermain dengan dua pegolf terbaik Malaysia, Ben dan Chia,” kata Danny, yang membawa hadiah uang sebesar RM15.750 (sekitar Rp47 juta). “Ini menjadi semangat saya untuk tampil di Resort World Manila Masters pekan depan.”

Selain Danny, George secara mengejutkan masuk lima besar di akhir turnamen. Dengan membukukan skor 4-under 68, skor kedua terendah yang diukir pada hari ini, George berbagi tempat dengan R. Nachimuthu yang sama-sama mengumpulkan skor akhir 211.

Ben Leong akhirnya menjadi juara individu PGM (Professional Golf of Malaysia) IGT (Indonesian Golf Tour) Championship dengan skor 10-under 206. Memulai pertarungan di putaran akhir dengan skor 10-under, Ben yang bermain di grup terakhir bersama Danny dan Chia harus bersusah payah untuk menjaga ritme permainannya selama 18 hole.

“Permainan hari ini memang tidak mudah dibanding dua hari pertama. (Danny) Masrin dan Chia pun bermain bagus hari ini, khususnya Masrin di hole 16 dan 17,” kata Ben yang meraih hadiah uang sebesar RM30,500 (Rp95 juta).

Selain juara di nomor individu, Malaysia meraih titel untuk katolf tegori beregu. Dominasi para pegolf tuan rumah memang tidak tertahankan sekaligus menunjukkan kemajuan individu para pegolf negeri jiran seiring banyaknya kompetisi lokal (PGM) yang bergulir setiap tahun.

Tahun depan Indonesia menjadi tuan rumah dan akan menjamu Malaysia dalam PGM IGT Championship 2017.

“Kami sedang mempertimbangkan untuk mengubah format stroke play menjadi match play. Melalui format baru nanti, turnamen ini diharapkan bisa semakin menarik. Seperti halnya Ryder Cup, format match play ini nantinya akan mendorong masing-masing tim menentukan strategi untuk meraih poin di setiap nomor yang dipertandingkan,” jelas Jimmy Masrin, Ketua Indonesian Golf Tour (IGT)