Setelah menanti selama dua tahun, akhirnya turnamen golf paling bersejarah di Indonesia siap digelar dua pekan lagi. Kolaborasi antara Bank BRI dan JCB International Indonesia siap mempersembahkan Bank BRI-JCB Indonesia Open bagi publik golf di Indonesia pada 17-20 November 2016 mendatang di Pondok Indah Golf Course, Jakarta.

Kembali sebagai bagian dari kalender Asian Tour, keberadaan Bank BRI-JCB Indonesia Open menjadi kejuaraan penting, pertama bagi para pegolf dan publik di Indonesia. Sejak Kasiadi—ayahanda dari pegolf Benita Y. Kasiadi dan Wahyu Kasiadi—menjuarai turnamen ini pada 1989, belum pernah ada pegolf Indonesia lain yang memenangkannya. Setelah itu, prestasi terbaik pemain Indonesia baru bisa diraih pada 2011 ketika Rory Hie finis di posisi T2.

Sementara itu, bagi para pemain Asian Tour, Associate Director Asian Tour Cho Minn Tan mengungkapkan, perlombaan untuk mengamankan keanggotaan mereka untuk musim 2017 diperpanjang dengan hadirnya turnamen ini.

Direktur Bank BRI Sis Apik Wijayanto menyampaikan kebanggaan pihaknya untuk kembali terlibat dalam penyelenggaraan turnamen ini, setelah pada edisi 2014 juga menjadi sponsor utama.

”Kami berharap kembalinya kejuaraan nasional ini akana menginspirasi para pegolf Indonesia untuk bermain sebaik mungkin dan menjuarai Bank BRI-JCB Indonesia Open. Pencapaian tersebut akan menjadi prestasi yang membanggakan bagi pengembangan olahraga ini di Indonesia,” ujarnya.

Turnamen ini juga menandakan partisipasi pertama perusahaan kartu kredit asal Jepang, JCB dalam sebuah turnamen golf prestisius ini.

”Kami gembira dan bangga bisa menjadi bagian dari Indonesia Open, yang merupaka turnamen golf tertua di Indonesia,” ujar Direktur JCB International Indonesia Koichiro Wada.

Meskipun penyelenggaraan ini diadakan bersamaan ajang lainnya, Cho Minn Thant mengungkapkan sejumlah pemain top Asian Tour dipastikan akan berlaga di Pondok Indah Golf Course. Juara BNI Indonesian Masters presented by Zurich Poom Saksansin, juara Indonesia Open 2013 Gaganjeet Bhullar, juga pemain senior Singapura Mardan Mamat dipastikan akan kembali ke Jakarta dua pekan mendatang.

Turnamen ini sendiri akan diikuti total 144 pemain di mana 110 di antaranya merupakan para pemain Asian Tour dengan 20 pemain profesional Indonesia dan 10 pemain amatir Indonesia, serta sejumlah pemain undangan. Para pemain ini akan bersaing untuk memperebutkan prestise dan total hadiah uang US$300.000.