Dari penundaan akibat cuaca buruk, turnamen diperpendek menjadi 54 hole, sampai pemain tuan rumah meraih kehormatan sebagai juara.

Huangshan Championship tahun ini menghadirkan berbagai hal yang luar biasa. Kondisi cuaca yang tidak bersahabat tak hanya memaksa turnamen mengalami penundaan, tapi juga membuat permainan hanya menjadi 54 hole.

Pegolf Amerika David Kocher yang tampaknya memegang kendali, justru harus mengakui keunggulan pemain tuan rumah, Bai Zhengkai, yang berhasil menampilkan permainan terbaik pada putaran final hari ini (23/6). Bai menorehkan skor 5-under 67 pada hari terakhir yang sekaligus memberinya kemenangan dua stroke dari Kovher. Inilah kemenangan perdana Bai sebagai pegolf profesional.

Bermain di Hidden Tiger Golf Club, Bai memulai putaran final dengan empat stroke di belakang Kocher. Secara mengejutkan ia berhasil membalikkan keadaan pada hari Minggu ini. Setelah bermain even par di sembilan hole pertama, Bai mencatatkan lima birdie di sembilan hole keduanya untuk menuntaskan turnamen pekan ini dengan catatan 12-under. Yang mengagumkan, sepanjang pekan ini, Bai tidak mencatatkan bogey sama sekali tiap kali memainkan sembilan hole terakhir.

“Saya pikir saya bermain cukup bagus di sembilan hole pertama, kemudian saya seperti mendapat kesempatan pada hari ini. Saya bermain 7-under di sembilan hole terakhir pada dua putaran pertama, jadi saya pikir saya bisa mendapatkan hasil yang bagus lagi di sembilan hole terakhir,” tutur Bai.

“Saya menikmati sembilan hole terakhir, dan saya main bagus lagi. Ada chip-in di hole 14, yang memberi momentum bagus buat saya dan benar-benar membantu saya untuk menang.”

Bai sempat bermain selama tiga tahun di University Central Florida, tapi kemudian memutuskan melepas tahun seniornya dan beralih pro, yang ia lakukan pada bulan lalu sebelum turun pada Volvo China Open, ajang European Tour.

Ia sendiri mempertimbangkan antara kembali kuliah dan menuntaskan sarjananya di bidang keuangan atau terus bermain sebagai pegolf profesional penuh.

David Kocher harus puas finis di tempat kedua, namun merasa puas kini berada di peringkat teratas Order of Merit. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

“Sangat menyenangkan bisa menang di negeri sendiri. Hal ini sungguh berarti banyak,” ujar Bai, yang berharap bisa mengikuti rekan senegaranya, Zhang Xinjun, yang kini bermain pada Korn Ferry Tour.

“Saya sebenarnya mengobrol dengan Xinjun semalam, dan ia menyuruh saya untuk mengikuti dia.”

Sepertinya Bai memang mendengarkan dengan baik. Selain memberinya kemenangan, Bai kemudian memperbaiki peringkatnya pada Order of Merit hanya dalam tiga ajang PGA TOUR Series-China yang ia mainkan. Kini ia bisa mulai memikirkan untuk menembus Korn Ferry Tour, yang menawarkan keanggotaan untuk musim 2020 bagi para pemain yang berhasil finis di lima besar Order of Merit pada akhir musim, dan undangan untuk mengikuti Qualifying Tournament bagi mereka yang finis di sepuluh besar.

Setelah meraih kemenangan ini, Bai berencana untuk kembali ke AS sampai PGA TOUR Series-China kembali bergulir.

“Rencana saya sekarang ialah memainkan beberapa kualifikasi Senin Korn Ferry Tour dan memainkan lebih banyak turnamen PGA TOUR Series-China. Setelah itu saya masih belum tahu. Saya tahu saya masih harus menuntaskan sekolah, tapi saya juga masih ingin terus bermain,” ujar Bai, yang kini berlatih bersama pelatih kenamaan Sean Foley.

Permainan istimewa Bai ini memaksa Kocher harus menunda merayakan kemenangan keduanya pada musim ini. Ia sempat memiliki keunggulan tiga stroke sebelum memulai putaran final ini, tapi ia justru tak kunjung mendapatkan momentum yang diharapkan. Meski demikian, finis di tempat kedua pekan ini membawanya ke peringkat teratas Order of Merit, yang tentunya bukanlah hal yang kecil.

“Memang bukan putaran yang saya inginkan, tapi turnamen ini luar biasa. Saya bermain dengan baik pada dua hari pertama, tapi pukulan saya tidak bagus hari ini. Saya masih senang dengan cara saya bertahan, dan sangat menyenangkan bisa menjadi No.1 di Order of Merit. Tidak bisa kecewa terhadap hasil ini,” tutur Kocher.

Leave a comment