Webb Simpson menuturkan bagaimana ia menjaga kehidupan keluarganya sembari menjadi salah satu pegolf peringkat lima besar dunia.

Oleh Webb Simpson

Selama ini kami memang ingin memiliki keluarga besar. Istri saya, Dowd (Taylor Dowd Simpson), menjadi yang tertua dari lima anak orangtuanya dan saya sendiri termuda kedua dari enam bersaudara. Kami memang tak tahu pasti berapa anak yang kami inginkan, tapi kami punya pengalaman bertumbuh yang menyenangkan dan ingin menciptakan suasana serupa dalam hidup kami bersama. Sekarang kami punya lima anak, masing-masing berusia 9, 7, 6, 4 tahun, dan 18 bulan.

Kehidupan kami terbilang konstan, sibuk dan menyenangkan. Tiap hari kami merasa gagal menjadi apa yang kami inginkan sebagai orangtua, tapi kami bersyukur anak-anak kami rela dan memaafkan kami ketika kami merasa demikian. Kami terus belajar, bertanya kepada orangtua yang lima atau sepuluh tahun lebih berpengalaman daripada kami—apa yang mereka lakukan sehingga bisa berhasil?

Proses yang Mengalir
Ketika tiba saatnya mengajar disiplin kepada anak-anak kami, saya merasa menjadi orangtua merupakan salah satu proses yang mengalir, berbeda dengan hal-hal lain. Anda belajar sambil melakoninya, belajar dari kesalahan. Sudah jelas inilah hal yang terus-menerus paling menggembirakan, seklaigus menantang, yang pernah saya lakukan. Ada kalanya Anda merasa ingin memiliki 20 anak, tapi ada kalanya juga Anda merasa hanya ingin melarikan diri dan bersembunyi untuk sesaat. Tapi kami menikmatinya. Anak-anak kami memberi kebahagiaan bagi kami.

Dowd dan saya benar-benar pasangan dalam perjalanan ini. Sebagian besar yang saya terapkan sebagai seorang ayah berasal dari dia dan dari melihat bagaimana ia menjadi seorang ibu. Saya pikir komunikasi berperan begitu besar dalam tiap pernikahan—bahkan tiap relasi sekalipun—dan khususnya bagi kami yang sering terpisah. Anda mesti tahu bagaimana caranya untuk saling berbicara. Terkadang saya bermain golf melebihi yang saya inginkan karena jadwal tahunan yang ada, tapi Dowd sangat memahaminya.

 

Webb Simpsond dan Taylor Dowd Simpson bersama keluarga besarnya. Foto: Dok. pribadi Webb Simpson.

 

Malahan beberapa tahun lalu ketika saya sedang mengikuti turnamen, ia sempat berkata kalau saya semestinya bertanding penuh dan mempercayakan semua urusan rumah kepadanya. Lalu ketika pulang, saya benar-benar sepenuhnya di rumah. Jadi, ketika sedang tidak bertanding, saya tak perlu menghabiskan dua jam menonton Golf Channel … saya sepenuhnya bersama anak-anak, pikiran saya bersama mereka, hal-hal seperti itu. Sudah pasti saya merindukan mereka; ketika harus jauh dari mereka, saya sering memikirkan mereka. Tapi Dowd kerap berkata, ”Dengar, kalau kamu bertanding jauh dari kami, kenapa tidak memaksimalkannya? Berjuanglah dengan keras dan nikmatilah pekan pertandinganmu, lalu pulanglah dan bersama kami.” Sikap ini benar-benar mengubah pola pikir saya dan sangat membantu.

Ketika anak-anak sekolah, mereka tak banyak ikut melakukan perjalanan. Paling banyak mungkin hanya enam atau tujuh turnamen, terkadang hanya pada akhir pekan. Kadang Dowd terbang sendiri, mungkin hanya satu atau dua akhir pekan dalam setahun untuk bersama saya, tapi tak sesering itu. Kami bersyukur tinggal di Charlotte, North Carolina. Ada turnamen yang digelar di sini, Wells Fargo Championship, dan ada banyak turnamen yang bisa dijangkau dengan mudah oleh Dowd dan anak-anak—The Masters, Wyndham Championship, dan RBC Heritage, yang saya menangkan awal tahun ini. Semua ajang itu sangatlah spesial buat saya, Malahan kami menamai anak ketiga kami Wyndham setelah saya menjuarai Greensboro tahun 2011.

Belajar Menerima Kehilangan Momen Istimewa
Meski begitu, saya tahu kalau kelak takkan mudah bagi seluruh keluarga untuk melakukan perjalanan. Ada tiga yang kini bersekolah dan yang berusia 4 tahun juga tak sabar untuk segera sekolah. Mereka akan aktif mengikuti olahraga atau teater atau apa pun yang mereka mau dan bakal ada jadwal yang berbenturan. Lagi pula, akan lebih sulit lagi buat saya untuk absen ketika ada ajang atau aktivitas penting yang perlu dihadiri.

Tapi meninggalkan rumah memang tidak pernah mudah. Saya ingat ketika Jack mungkin masih berusia 6 tahun dan saya memberi tahu dia kalau saya akan pergi delapan hari untuk mengikuti The Open Championship. Dia mulai menangis sepanjang jalan dan saya pun mulai menangis. Lalu saya mencium mereka semua, memberi tahu mereka betapa saya mencintai mereka dan memberi tahu Dowd, sambil masih menangis, kalau saya mesti berangkat. Lalu saya duduk dan menangis di belakang mobil yang mengantar saya ke bandara.

Setelah anak-anak sudah lebih besar, situasinya mulai sedikit berubah. Anda bisa tahu kalau mereka tak ingin Anda pergi secara blak-blakan seperti yang dialami Jack waktu itu. Tapi mereka juga sudah lebih memahami pekerjaan saya dengan lebih baik dan bahwa pekerjaan itu harus membuat saya jauh dari mereka. Dan ketika saya sedang jauh, kami selalu berhubungan dengan FaceTime. Saya berusaha untuk tidak menelepon saat makan malam atau mengganggu rutinitas waktu tidur mereka karena anak-anak cenderung jadi sangat bersemangat setelah berbicara dengan saya. Putri terkecil kami, Eden, akan segera menangis ketika mendengar suara saya di telepon. Tapi kami mengobrol beberapa kali dalam sepekan dan berusaha mengobrol sendiri supaya saya tahu seperti apa hari-hari yang mereka jalani. Apakah hal ini membantu mereka, entah juga, tapi buat saya melakukan hal ini sangat membantu saya.

 

Ketika pulang dari turnamen, Webb Simpson hadir sebagai suami dan ayah bagi anak-anaknya dan menghabiskan waktu, seperti ketika bersiap merayakan Halloween. Foto: Dok. pribadi Webb Simpson.

 

Pastilah ada hal-hal yang Anda rindukan ketika jauh dari mereka. Pada pekan ketika saya menjuarai U.S. Open tahun 2012, Jack, yang tertua, baru bisa berjalan. Saya ingat Dowd menelepon dan memberi tahu, ”Hai, aku tahu kamu pasti mau mengetahui kabar ini. Pasti berat buatmu, tapi aku mau memberi tahu kalau James hari ini bisa jalan.” Kabar itu menyesakkan juga. Tapi begitu melakoni profesi ini untuk beberapa lama dan mulai sering melakukan perjalanan, Anda akan terbiasa untuk kehilangan beberapa hal dan dengan cara yang cukup menyedihkan pada akhirnya Anda akan lebih mudah melewatinya.

Belajar Melakukan Transisi
Tapi saya bisa bilang, gara-gara COVID-19, saya harus berada di rumah selama empat bulan penuh—mungkin untuk pertama kalinya sejak kami menikah—dan melihat perkembangan dan pertumbuhan Eden menjadi salah satu momen istimewa bagi saya sebagai orangtua. Melihat pertumbuhan dan perubahannya hari demi hari sejujurnya membuat saya menjadi lebih dekat dengannya dengan lebih istimewa.

Pada saat yang sama, bisa pulang setelah beberapa pekan jauh dari rumah juga butuh penyesuaian. Ada kalanya saya mendapatkan momen-momen ketika saya merasa frustrasi, sedangkan biasanya saya tak merasakan hal tersebut. Dowd akhirnya menyampaikan, ”Aku paham kalau beberapa pekan terakhir kamu sendirian. Kamu ke Starbucks begitu menginginkannya, berlatih ketika ingin berlatih, dan tidur kapan pun ingin tidur. Tapi sekarang kamu ada di rumah, dan kita punya anak-anak kecil yang membutuhkan waktu dan perhatianmu.”

Jadi, kami mendapatkan ide ketika saya dalam perjalanan pulang, entah di pesawat atau di mobil menuju ke rumah, saya akan berdoa. Saya meminta Tuhan membantu saya untuk bersabar dan menanggalkan keinginan-keinginan saya untuk sementara dan berusaha hadir untuk keluarga. Ini usaha yang saya lakukan dalam kesadaran bahwa ini sesuatu yang harus saya lakukan dan menyenangkan melakukannya.

Sudah pasti saya ingin pulang. Tapi ada nuansa-nuansa kecil dan samar yang menjadi transisi dari sendirian selama sepekan kini menjadi riuh dan menyenangkan dan berisik khas keluarga besar. Dan pastilah butuh waktu serta perencanaan bagaimana agar keadaannya menjadi lebih baik. Dan saya tak ingin menjalani kehidupan yang berbeda daripada yang ada saat

JANGAN LEWATKAN AKSI MEREKA!
Pegolf Amerika Webb Simpson merupakan pemegang tujuh gelar PGA TOUR, termasuk Waste Management Phoenix Open dan RBC Heritage yang ia menangkan tahun 2020 ini. Anda bisa menyaksikan pegolf yang kini berstatus No.4 Dunia ini dan ajang PGA TOUR melalui GOLFTV powered by PGA TOUR.