Thongchai Jaidee mendapatkan awal yang sempurna jelang Omega European Masters yang dimulai besok (1/9) di salah satu lapangan terindah, Crans-sur-Sierre Golf Club, Swiss. Satu-satunya pegolf pemenang tiga gelar Order of Merit Asian Tour ini mencatatkan hole-in-one di hole 16 dengan 4-iron pada putaran latihan hari ini (31/9).

”Bola saya mendarat di green dan bergulir sekitar 10 yard. Saya tak melihat bolanya masuk, tapi kedi saya bilang bolanya masuk. Saya tahu kalau ini cuma putaran latihan, tapi bisa mendapat hole-in-one jelas menyenangkan. Pasti akan lebih bagus lagi kalau bisa mendapatkannya dalam turnamen, tapi hal ini memberi saya percaya diri,” ujar Thongchai.

Thongchai akan berusaha memenangkan gelar dengan menghadapi sejumlah pemain elit, termasuk sang juara bertahan, Danny Willet, Lee Westwood, Miguel Angel Jimenez, dan Scott Hend pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar €2,7 juta.

Pegof berusia 46 tahun ini menikmati performa positifnya setelah menjuarai gelaran ke100 Open de France bulan Juli lalu dan finis di peringkat 15 pada Olimpiade Rio de Janeiro. Prestasi terbaiknya di Swiss ialah ketika finis di posisi 10 besar, termasuk peringkat 5 pada 2009.

”Saya belum bisa main bagus sebelum menjuarai turnamen di Prancis. Gelar itu meningkatkan percaya diri. Saya berlatih keras di putting. Saya menyukai lapangan di sini (Swiss) karena tidak panjang dan Anda perlu menempatkan bola di posisi yang tepat.

”Anda mesti putting dengan sangat baik di sini. Jika memukul semuanya dengan sempurna, Anda takkan menemukan kendala, tapi green-nya memang susah. Lapangan dalam kondisi yang bagus dan saya kira semua akan senang bermain di sini,” tutup Thongchai.

Sementara itu, pemain Malaysia Nicholas Fung akan menikmati debutnya pada satu-satunya ajang kerja sama Asian Tour dan European Tour di Benua Eropa ini.

”Saya akan berusaha dan memenangkan satu gelar Asian Tour tahun ini. Saya nyaris menang, tapi mesti berlatih keras untuk bisa menang. Itu target saya. Saya memimpin dua pukulan di Taipei tahun ini, tapi saya kalah. Saya merasa tegang dan itulah probelmnya,” katanya.

”Tapi bukan hal yang aneh untuk merasakan tekanan, terutama ketika mengejar gelar pertama. Probem yang sama dengan (Wang) Jeunghun, tapi lihatlah dia sekarah. Saya mendapat inspirasi darinya,”  imbuhnya lagi.