Duo Korea An Byeonghun dan Im Sungjae mencatatkan awal yang meyakinkan pada ajang Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard.

An Byeonghun menunjukkan kegemarannya bermain pada Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard. Pada putaran pertama ajang yang dimainkan di Bay Hill ini, ia mencatatkan skor solid 4-under 68 untuk menempati posisi T4.

Pegolf berusia 29 tahun yang selalu berhasil lolos cut dalam lima penampilannya pada ajang ini mencatatkan tiga birdie berturut-turut di sembilan hole terakhirnya untuk membantunya membuat jarak dua stroke dari duo pimpinan klasemen Rory McIlroy dan Corey Conners yang bermain 66. Bryson DeChambeau, Juara U.S. Open berada satu stroke di tempat ketiga.

Masih dalam upayanya meraih gelar PGA TOUR pertama, An menorehkan skor 35 berkat tiga birdie dengan dua bogey sebelum memasukkan putt dari jarak 2, 3, dan 1 meter di hole 4, 5, dan 6 untuk menempatkan dirinya di jajaran atas klasemen.

”Pukulan dan putting saya sedang bagus. Secara keseluruhan saya senang karena tak memukul satu bola pun ke air. Saya pikir (rintangan air) itu hal yang besar di sini, ada sejumlah hole dengan rintangan air, tapi saya tidak kehilangan bola dan bisa membuat sejumlah birdie yang bagus. Itu sebabnya saya bisa mempertahankan momentum menuju sembilan hole terakhir. Saya bahkan sempat melakukan penyelamatan yang bagus di hole terakhir,” ujar mantan juara U.S. Amateur yang finis T10 pada 2019 sebagai hasil terakhirnya pada turnamen ini.

Sejak mulai berlatih dengan Sean Foley, An mulai menunjukkan perkembangan. Pada awal tahun ini ia bahkan bisa finis di sepuluh besar pada The American Express. Dan dalam empat turnamen yang ia ikuti tahun ini, ia selalu berhasil lolos cut. Padahal pada musim gugur lalu ia gagal lolos cut pada lima dari tujuh turnamen yang ia mainkan.

”Saya sedikit mengalami kesulitan ketika melakukan pukulan dari tee beberapa bulan terakhir, tapi sekarang sudah lebih akurat. Saya bisa mendapat banyak peluang birdie dan permainan wedge saya juga cukup bagus. Semuanya berjalan dengan baik, dan bukan hanya satu aspek saja,” tutur An lagi.

 

Sementara itu, rekan senegara An, Im Sungjae juga menikmati performa yang solid 3-under 69. Permainannya pada putaran pertama ini diwarnai dengan sebuah eagle di hole 16 par 5. Catatan skornya ini bisa menjadi pertanda baik baginya setelah selalu finis di tiga besar dalam dua tahun terakhir bermain di Bay Hill.

Pegolf yang kini berada di posisi 22 pada klasemen FedExCup ini memainkan 7-iron miliknya dari jarak 176 meter hingga berjarak kurang dari 3 meter di hole 16 untuk eagle. Ia juga memasukkan putt dari jarak 5 dan 7 meter di hole 4 dan 7 untuk tetap berada dalam posisi yang bagus dari puncak klasemen.

”Saya memiliki sejumlah kenangan yang bagus pada turnamen ini, jadi tiap kali kembali ke sini saya merasa sangat senang dan nyaman. Saya bisa menikmati permainan karena selalu memikirkan semua momen yang menyenangkan,” ujar Im, yang telah dua kali finis di sepuluh besar dan belum sekalipun gagal lolos cut pada tahun 2021 ini.

Meskipun hanya memenuhi 9 green in regulation, Im berjuang dengan baik dan hanya mendapat satu bogey. ”Saya masih bisa memukul beberapa driver dengan baik dan iron saya juga menjadi lebih baik. Sayangnya, saya tidak memanfaatkan peluang-peluang birdie itu. (Namun) saya pikir saya bermain dengan baik.”

Adapun wakil Asia lainnya harus mengalami hasil yang beragam. Anirban Lahiri harus mengawali turnamen ini dengan skor 72 dan kini ada di posisi T43; C.T. Pan harus puas dengan skor 74; sedang Hideki Matsuyama dan Jazz Janewattananond sama-sama mencatatkan skor 75.

Mantan juara FedExCup dan No.1 Dunia Rory McIlroy kini mengincar kemenangan PGA TOUR pertamanya sejak WGC-HSBC Champions 2019 di China. Setelah hanya mencatatkan skor 35, pegolf Irlandia Utara ini terlihat makin panas dan menorehkan lima birdie berturut-turut di sembilan hole terakhirnya.

”Bagus juga. Skor 66 menjadi skor awal yang sangat bagus, tapi saya agak lambat (panas) di beberapa hole sampai akhirnya mendapat birdie yang sangat bagus di hole 14 dan dari situ saya berhasil mendapatkan momentum. Bisa mendapat birdie di dua hole par 3 di sembilan hole terakhir juga sangatlah luar biasa. Setelah pekan lalu di mana saya kesulitan bermain di hole-hole par 3, dan hari ini saya bisa memainkannya dengan skor 3-under, benar-benar menjadi titik balik. Saya main bagus dan melakukan sejumlah pukulan yang bagus, drive yang bagus, dan mendapat banyak hal positif hari ini sehingga sangat menguatkan saya,” tutur McIlroy yang sejauh ini telah meraih 18 gelar PGA TOUR.