Pegolf asal Italia Matteo Manasseri menciptakan awal yang baik dengan skor 4-under 68, setelah sempat mengatasi putaran awal Hero Indian Open dengan double bogey.. Skor ini sudah cukup bagi pemuda berusia 23 tahun itu untuk berada di puncak klasemen ketika cuaca mengganggu putaran pertama turnamen ini.

Manassero, pemegang empat gelar European Tour mengawali putaran pertama kemarin (9/3) dengan double bogey di hole pertamanya, hole 10. Namun, ia berhasil bangkit dan mencatat tujuh birdie, plus satu bogey lainnya untuk menciptakan putaran pertama yang meyakinkan baginya pada ajang yang disokong oleh Asian Tour, European Tour, dan Indian Golf Union ini.

”Anda mesti benar-benar memukul bola ke fairway di sini, kalau tidak skor Anda bakal besar dan kena banyak double (bogey). Sangat mudah kehilangan pukulan di sini,” ujar Manassero yang mengaku mengawali putarannya dengan salah.

”Sudah tiga pekan saya di rumah dan kembali bertanding di lapangan sulit seperti ini jelas tak pernah mudah. Jadi, fakta bahwa saya dapat banyak birdie jelas sangat, sangat positif dan saya akan berusaha mempertahankan permainan seperti itu.”

DLF Golf and Country Club, yang menjalani debutnya menggelar Hero Indian Open ini, memang merupakan lapangan yang sangat berat. Di beberapa hole, skor 12 dan skor 10 bisa terjadi. Namun, setelah double bogey di hole pembukanya dan bogey di hole 14, Manassero memang berhasil menghindari beragam rintangan dengan baik, dan membuka peluang untuk meraih gelar pertama dalam empat tahun terakhir.

Segalanya memang masih bisa berubah, mengingat total 66 pemain bakal kembali bermain pukul 7:00 waktu setempat setelah putaran awal kemarin (9/3) terpaksa ditunda selama 90 menit lantaran ancaman kilat. Di antara 66 pemain itu, David Horsey asal Inggris sudah bermain 5-under hingga 15 hole dan main tanpa bogey, dan sangat berpeluang menjadi pemuncak klasemen putaran pertama.

Sementara itu, pegolf Malaysia Danny Chia dan pegolf Filipina Angelo Que, kemarin berhasil main 2-under 70.

Fakta-Fakta

  • Matteo Manassero menjuaria empat gelar European Tour; dua di antaranya termasuk kolaborasi dengan Asian Tour. Dua kemenangannya di Asia ialah Malaysian Open 2011 dan Singapore Open 2012.
  • Manassero menjadi juara termuda European Tour saat meraih Castello Masters 2010 di Spanyol. Kemenangan terbesarnya ialah pada BMW PGA Championship 2013 di Wentworth, sekaligus menjadi juara termuda turnamen itu.
  • Angelo Que sudah tiga kali menjuarai Asian Tour, terakhir pada Selangor Masters 2010.
  • Ia sudah memainkan tiga turnamen tahun ini dengan T11 pada SMBC Singapore Open sebagai prestasi terbaiknya. Ia finis T4 pada Hero Indian Open 2013 dan 2016.
  • Que diberi julukan ”Human Highlighter” lantaran gemar memakai pakaian berwarna terang di lapangan.
  • Danny Chia merupakan pegolf pencetak sejarah bagi golf Malaysia, menjadi pegolf Malaysia pertama yang main empat putaran pada The Open 2010, dan pegolf Malaysia pertama yang menjuarai ajang Asian Tour pada Taiwan Open 2002. Gelar keduanya ialah Mercuries Taiwan Masters 2015.