Permainan tanpa bogey dengan hole-in-one membawa Caroline Headwall tampil sebagai pimpinan klasemen Omega Dubai Moonlight Classic.

Caroline Headwall bukan satu-satunya pegolf yang bermain bersih tanpa bogey pada putaran pertama Omega Dubai Moonlight Classic. Namun, tidak ada yang menyamai performanya yang ditandai dengan lima birdie dan sebuah hole-in-one. Maka meskipun hampir sepanjang hari Rabu (4/11) itu nama Laura Fuenfstueck menempati peringkat teratas, pada akhir hari pertama Headwall resmi menjadi pimpinan klasemen menggantikan pegolf asal Jerman tersebut.

Pegolf yang terkenal dengan gaya bermain agresif ini memang telah berkali-kali menunjukkan permainan golf terbaiknya. Itulah yang kali ini ia bawa di Dubai ketika memainkan putaran malam hari.

Bermain dari hole 6, pemegang enam gelar Ladies European Tour ini berhasil menemukan irama permainannya dan mulai mendapatkan birdie di hole 16 par 5. Namun, justru di hole 17 par 3 itulah ia menghasilkan pukulan terbaiknya pada hari pertama. Menggunakan 6-iron, pukulannya langsung mengarah ke pin. Setelah sempat menghantam tiang pin, bola langsung masuk ke lubang, dan membuahkan arloji Omega Speedmaster 38 Co-Axial Chronograph 30MM.

 

Laura Fuenfstueck dari Jerman memimpin klasemen hampir sepanjang hari, sampai Caroline Headwall menorehkan skor terbaik hari pertama. Foto: Tristan Jones/LET.

 

”Saya mendengar bunyi bola menghantam pin dan saya kira bolanya meleset karena terlihat ada sesuatu berwarna putih jatuh dari pin. Saya pikir bola saya masuk ke bunker. Sambil jalan saya melihat bola itu di bunker dan menandainya, tapi rekan Pro-Am saya justru berkata kalau itu bolanya. Jadi, saya melihat ke lubang sekadar mengecek dan ternyata bolanya di sana. Setelah hole-in-one itu baru saya sadar saya memenangkan sebuah arloji, keren juga,” ujar pegolf asal Swedia ini.

Namun, ia tidak berpuas hanya dengan hole-in-one tersebut. Ia melanjutkan permainannya dengan birdie di hole 18, dan menambah tiga birdie lagi di hole 2, 3, dan hole 5, yang menjadi hole terakhirnya.

”Golf pada malam hari memang sulit, terutama dengan penghlihatan. Saya harus mempercayai kedi untuk melihat bola. Jadi, tidak mudah dan sulit membaca green dan terutama harus berhati-hati melihat semua slope dan berjalan di sekitar hole karena tak terlihat seperti biasanya,” tandas Headwall.

Pesaing terdekatnya, Fuenfstueck, akan memainkan putaran kedua hari ini (5/11) pada malam hari. ”Mungkin embusan angin lebih sedikit pada malam hari, tapi green akan lebih mudah dibaca pada siang hari karena Anda bisa melihat rumput dengan lebih baik, tapi saya akan mengetahuinya besok (hari ini),” tutur Fuenfstueck.

 

Nuria Iturrioz mengawali upayanya mempertahankan gelar Omega Dubai Moonlight Classic dengan putaran solid 3-under 69. Foto: Tristan Jones/LET.

 

Pegolf Perancis yang selama ini lebih banyak bermain pada kancah LPGA, Celine Boutier, menyamai catatan 5-under 67 yang ditorehkan Fuenfstueck. Tampil untuk pertama kalinya pada kancah Ladies European Tour pada musim ini, bintang Solheim Cup ini mencatatkan lima birdie tanpa bogey, yang sekaligus membawanya berbagi tempat kedua bersama Fuenfstueck.

Sementara itu, mantan pegolf No.1 Dunia Lydia Ko untuk sementara berada di tempat keempat setelah mencatatkan sebuah eagle, 6 birdie, dan dua bogey. Ia hanya berjarak tiga stroke dari Headwall.

Adapun juara bertahan Nuria Iturrioz dari Spanyol juga mencatatkan hasil yang solid dalam upayanya mempertahankan gelar. Memulai permainan dari hole 13, ia mencatatkan skor 3-under 69. ”Ibu dan saya menyukai nomor 13. Beliau memberi kalung dengan nomor ini kepada saya, jadi rasanya pertanda yang positif bisa memulai dari tee 13,” tuturnya.

Putaran kedua Omega Dubai Moonlight Classic juga bisa disaksikan secara live streaming melalui kanal YouTube Ladies European Tour, mulai pukul 22:00 WIB.