Lima pegolf Indonesia mengawali putaran awal Q-School Asian Tour dengan performa yang positif. Kelimanya—Danny Masrin, Rory Hie, George Gandranata, Ian Andrew, dan Jordan Irawan—membukukan skor yang masih memberi peluang bagi masing-masing untuk bisa finis di zona 40 besar.

Pada putaran awal Q-School Final Stage Asian Tour kemarin, Rory berhasil mencatatkan skor 3-under 69, persis seperti ketika ia mengawali Q-School Final Stage tahun lalu. Sementara itu, Danny dan Jordan bermain 2-under 70. Adapun Ian Andrew yang membukukan 1-under 71 dan George bermain even par dan ada di posisi T152.

Q-School Final Stage yang diadakan di Suvarnabhumi Golf and Country Club, Bangkok, ini memang terbukti sangat berat. Meskipun Rory mencatatkan skor 3-under, untuk sementara ia harus menempati posisi T70, jauh dari target 40 besar. Sementara Danny dan Jordan berada di T91, Ian menempati posisi T122 dan George di peringkat T152. Hal ini sekaligus menunjukkan kualitas tahap terakhir Q-School ini memang diikuti oleh para pegolf terbaik yang siap untuk berlaga pada kancah Asian Tour.

Walaupun cukup jauh dari posisi aman, performa kelima pegolf Indonesia tersebut bisa dibilang lebih baik ketimbang tahun 2016. Dengan tidak satu pun pemain yang bermain over, peluang untuk memperbaiki posisi pada hari ini sangat terbuka lebar.

Pada putaran pertama kemarin (11/1), pemuncak klasemen sementara dipegang dua pegolf Amerika Serikat William Cannon dan pegolf Australia Todd Sinnot yang berhasil membukukan skor 8-under 64. Delapan pegolf lainnya juga hanya berjarak satu stroke dari kedua pegolf tersebut, salah satunya Ben Leong asal Malaysia yang sudah dua kali menjuarai Q-School.

Salah satu penampilan fenomenal pada putaran pertama dihadirkan oleh pegolf remaja asal India, Arjun Prasad. Prasad yang masih berstatus amatir dan baru berusia 17 tahun berhasil mencatatkan skor 6-under 66.

”Ini merupakan pekan kedua saya di Thailand dan saya mulai merasa cukup lelah,” ujar Prayad. ”Pekan depan saya akan menghadapi ujian sekolah dan saya melakukan pengorbanan besar dengan berada di sini.”

Tahun lalu Prayad melakukan pencapaian terbesarnya dengan memenangkan Faldo Series Asia Grand Final. Kala itu ia berhasil mengalahkan Atiruj Winaicharoenchai setelah berhasil menyalib pemain Thailand tersebut pada putaran final.