Pegolf India Arjun Atwal mengawali HONMA Hong Kong Open presented by Amundi dengan positif. Pada akhir hari pertama kemarin (22/11), Atwal hanya berjarak satu stroke dari tiga pemain yang berada di puncak klasemen. Atwal sendiri berhasil mencatatkan 4-under 66 dan berada di belakang Yusaku Miyazato dari Jepang, Jason Scrivener dari Australia, dan Aaron Rai dari Inggris.

Atwal malah sempat menjadi pimpinan klasemen sendirian pada akhir sesi pagi. Namun, seiring dengan kondisi cuaca yang ternyata jauh lebih baik pada sesi sore, posisi Atwal pun bergeser lantaran ketiga pemain tadi berhasil membukukan skor yang lebih baik daripadanya.

“Memang tidak seperti yang saya bayangkan, tapi saya menerima hasilnya. Kondisi di lapangan sungguh berat. Terutama pada pagi hari, sungguh dingin dan berangin. Rasanya angin berembus hampir dari segala penjuru,” tutur Atwal yang sempat menjadi Kapten Tim Asia pada EurAsia Cup awal tahun ini.

Bermain dengan skor 66, terutama setelah tidak bermain dalam dua bulan terakhir jelas merupakan sesuatu yang sangat positif bagi pegolf yang kini berdomisili di Amerika ini. Bahkan kartu skornya pada hari pertama itu tidak ditandai dengan bogey sama sekali.

Statistik permainannya juga tidak terlalu jelek. Ia memukul bola ke 10 dari 14 fairway dan 15 dari 18 green. Ia juga melakukan 29 putt sepanjang 18 hole hari pertama itu, yang menunjukkan ia masih menjadi salah satu pesaing tangguh.

“Saya tidak berharap banyak karena sudah dua bulan saya tidak main. Turnamen terakhir yang saya ikuti ada di Jepang. Jadi, saya akan menghadapi tiap hari dan berusaha bermain sebaik mungkin,” sambung pegolf yang meraih gelar terakhirnya pada Dubai Open 2014 ini.

 

“Saya akan menghadapi tiap hari dan berusaha bermain sebaik mungkin.” – Arjun Atwal

 

Perubahan kondisi cuaca pada sore hari diakui oleh Aaron Rai sebagai salah satu kunci yang membantunya bermain lebih baik, meskipun meraih skor under, berapa pun itu di Hong Kong Golf Club, baginya sudah bagus.

“Short game saya sedang bagus. Saya haya meleset memukul ke beberapa green pada awal permainan dan saya juga masih berhasil melakukan sejumlah up-and-down, yang menurut saya sangat penting,” jelas Rai.

Permainan putter dan iron juga menjadi bagian penting bagi Yusaku Miyazato dalam mencatatkan skor 65. Tapi ia harus mengandalkan seluruh indranya untuk menuntaskan permainan, lantaran hari mulai gelap.

Pegolf Australia, Sam Brazel, yang merupakan juara pada edisi 2016, juga tampak berusaha meramaikan bursa juara. Ia bermain dengan skor 68 dan mengawali putaran kedua dengan berada di posisi T8.

“Anda mesti benar-benar berhati-hati menempatkan bola di atas green karena green-nya sendri cukup licin. Angin juga cukup kencang, jadi Anda juga mesti bermain sabar,” tutur Brazel yang berharap bisa mengulangi kisah suksesnya dua tahun silam.

Namun, juara The Masters Patrick Reed justru harus memulai turnamen ini dengan skor 75. Sementara itu Sergio Garcia mengakhiri putaran pertama dengan skor 70.

Leave a comment