Pegolf asal India Arjun Atwal harus berjuang keras menghadapi kondisi berangin di Heritage Golf Club untuk membukukan skor 3-under 68 dalam putaran ketiga AfrAsia Bank Mauritius Open. Catatan skor 13-under 200 yang ia torehkan disamai oleh pegolf Afrika Selatan Louis De Jager yang membuat keduanya sama-sama berada di posisi teratas.

Atwal yang merupakan mantan pegolf nomor satu Asian Tour ini membukukan skor 32 pada sembilan hole pertamanya. Ia masih mempertahankan keunggulan satu stroke saat hendak memainkan hole 18. Sayangnya, putting-nya dari jarak empat kaki justru meleset.

”Sepanjang hari ini sebenarnya saya bermain solid, kecuali di hole terakhir yang tak terlalu mengganggu saya. Memang hari ini lebih berat lantaran angin berembus lebih kencang dalam tiga hari terakhir ini,” ujar Atwal.

Atwal menuturkan tantangan hari ini, di antaranya, hadir dari angin yang memotong sehingga menyulitkan pemain melakukan tee off. Meski demikian, satu-satunya pukulan tee off-nya yang meleset justru terjadi di hole terakhir.

Meskipun saat ini ia harus berbagi posisi teratas dengan pemain lain, Atwal memiliki rekor yang bagus ketika memenangkan Dubai Open tiga tahun lalu. Kala itu ia juga memainkan putaran final sebagai salah satu pimpinan klasemen.

”Saya kira panitia menentukan kecepatan green yang tepat. Kalau lebih cepat lagi, bola bakal bergerak, terutama dengan kondisi embusan angin yang kencang,” ujar Atwal yang yakin bakal berpeluang menjadi juara.

Sementara itu, pegolf berusia 30 tahun, De Jager, mencatatkan skor 67 dengan empat birdie, masing-masing dua di sembilan hole pertama dan keduanya, untuk masuk dalam persaingan memperebutkan gelar juara pada ajang yang menyediakan hadiah sebesar US$1,07 juta ini.

”Saya sangat puas dengan upaya saya. Hari ini benar-benar berat. Angin berembus sangat kencang,” tutur De Jager yang berniat menjadi pegolf Afrika Selatan kedua setelah George Coetzee yang menjuarai turnamen ini. ”Besok bakal menjadi kesempatan pertama bagi saya berada di grup final dalam turnamen co-sanctioned ini. Saya bakal mengenang momen ini dan bakal main semaksimal mungkin.”

Adapun pegolf berbakat asal Filipina berhasil membukukan birdie di dua hole terakhirnya sekaligus mempertahankan peluang juara pada ajang kolaborasi Asian Tour, Sunshine Tour, dan European Tour ini. Ia hanya berselisih satu stroke dari Atwal dan De Jager.

”Saya tak banyak memainkan driver karena kondisi lapangan. Tapi dengan 2-iron, saya jelas bukan pemukul terpendek juga. Kunci bermain di lapangan ini ialah mencapai fairway dan saya berhasil melakukannya,” tutur Tabuena.