Remaja fenomenal asal Thailand Atthaya Thitikul melanjutkan tren menorehkan sejarah dengan kemenangannya pada ajang Women’s Amateur Asia-Pacific yang berakhir sore ini (24/1). Putaran final yang berlangsung tadi menghadirkan persaingan yang benar-benar ketat setelah harus memastikan kemenangannya melalui babak play-off.

Thitikul memastikan pertandingan berlanjut hingga babak play-off setelah membukukan skor even par 71 pada putaran finalnya. Total skor 8-under 276 miliknya sama dengan yang dibukukan oleh pegolf Filipina Yuka Saso, Wenyung Keh dari Selandia Baru, dan Yuna Nishimura dari Jepang.

Ia sebenarnya berpeluang memastikan kemenangan setelah mendapat peluang birdie di dua hole tambahan pertama. Sayangnya, ia gagal memaksimalkan peluang tersebut sehingga harus memaikan hole tambahan ketiga dengan Yuna Nishimura, setelah dua pesaing lainnya harus tersingkir pada hole tambahan pertama dan kedua. Pada hole tambahan ketiga itulah ia akhirnya memastikan kemenangan, terutama setelah Nishimura gagal mengamankan par.

Kemenangan ini praktis memberinya tempat untuk mengikuti dua ajang Major wanita tahun ini, yaitu ANA Inspiration yang akan digelar pada 29 Maret-1 April mendatang dan akan kembali bermain pada Ricoh Women’s British Open pada 2-5 Agustus. Selain itu, ia juga akan mengikuti ajang LPGA Tour pekan depan, HSBC Women’s World Championships yang juga akan diadakan di lapangan yang sama.

Gelar ini juga seakan menjadi kado ulang tahun yang istimewa baginya setelah ia genap berusia 15 tahun pada hari Selasa (20/2) lalu.

”Saya merasa sangat bersemangat karena ini merupakan tahun pertama bagi kejuaraan ini. Senang sekali nama saya bisa menjadi nama yang pertama ada di trofi ini,” ujar Thitikul, yang memainkan ajang LPGA Tour pertamanya pada Honda LPGA Thailand bulan Februari tahun lalu ketika masih berusia 14 tahun.

”Permainan saya hari ini kurang bagus, meskipun saya sempat mengawalinya dengan bagus dan main bagus pada babak play-off. Tapi saya sama sekali tidak merasa gugup karena saya datang ke sini untuk belajar dan mendapatkan pengalaman,” ujarnya lagi.

Ia sempat menjauh dari kejaran pesaingnya setelah membukukan tiga birdie di empat hole pertamanya dan mempertahankan 11-under setelah bogey dan birdie di sembilan hole pertamanya. Ia meraih keunggulan empat stroke setelah Keh mendapat bogey di hole 13. Sayangnya, ia justru mendapat double bogey di hole 12, sebelum akhirnya kembali mendapat bogey di hole 17 dan harus memainkan babak play-off.

”Ketika mendapat double bogey, saya tidak berpikir kalau saya tak bakal menang. Skor itu tak mengganggu saya karena masih ada beberapa hole tersisa. Saya merasa sedikit gugup, tapi saya mengobrol dengan kedi saya dan berusaha tetap relaks,” ujar Thitikul yang ditemain kedi berpengalaman Roongroj Boonsri, yang juga membantunya menjuarai Ladies European Thailand Championship di Pattaya tahun lalu.

Upacara penyerahan trofi dan medali juga menjadi istimewa lantaran salah satu figur penting dalam golf wanita, Rae-Vadee T. Suwan, yang juga berasal dari Thailand memberikan medali juara. Medali juara itu sendiri dinamakan sesuai dengan nama Rae-Vadee berkat kontribusi besarnya bagi perkembangan golf wanita. Sementara trofi berbentuk plat diserahkan oleh Kei Muratsu, Ketua Asia-Pacific Golf Confederation.

Pegolf Selandia Baru Wenyung Keh, yang seperti Thitikul terlihat menikmati turnamen sepanjang pekan ini, sama sekali tak menunjukkan kekecewaan meskipun harus menjadi pemain pertama yang tersingkir dari babak play-off. Bermain dengan mengenakan busana hitam-hitam yang menyerupai seragam tim rugbi negaranya, pegolf top amatir Selandia Baru ini mengaku turnamen ini memberinya pengalaman baru.

”Saya bisa sepenuhnya belajar dari turnamen ini dan saya malah tak mengira bisa mengikuti play-off tersebut,” ujar Keh yang ayahnya berasal dari Malaysia, sedangkan ibunya Vietnam.

”Ini pekan yang luar biasa dan saya gembira bisa mendapatkan peluang (bersaing meraih gelar), bermain di lapangan yang luar biasa, dan semuanya berjalan dengan baik,” imbuh Keh yang memiliki seorang kakak, Minchin, yang merupakan pegolf profesional.

Sementara itu, dua wakil Indonesia yang bertahan hingga putaran final, Rivani Adelia Sihotang dan Patricia Sinolungan menyudahi debut mereka pada ajang bergengsi ini dengan hasil yang berbeda. Rivani menuntaskan empat putaran dengan membukukan total skor 299 dan finis di posisi T42 setelah hanya membukukan lima birdie.

Adapun Patricia harus puas finis di posisi 53. Sepanjang pekan ini, pegolf yang akrab disapa Patty ini bermain dengan total skor 307. Ini membuatnya memiliki banyak pekerjaan rumah untuk mengikuti Faldo Series Asia Grand Final dan ANA Junior Inspiration.

Sebelumnya, Ketua Eksekutif R&A Martin Slumbers menyebut ajang Women’s Amateur Asia-Pacific ini memiliki potensi yang luar biasa untuk menghadirkan bintang-bintang golf wanita yang baru dari kawasan Asia Pasifik. Status turnamen ini sebagai turnamen salah satu turnamen Major bagi pemain amatir wanita berarti bahwa para pegolf terbaik akan kembali berkumpul ketika turnamen ini digelar lagi tahun depan. Ini berarti para pemain Indonesia akan mendapat manfaat yang sangat baik dengan mengikuti ajang ini.