Juara Rocket Mortgage Classic baru-baru ini, Bryson DeChambeau mengingatkan pada Stranahan dan Player.

Oleh Jim McCabe/PGA TOUR

Situasi seperti ini sudah pernah terjadi. Sejujurnya, memang demikian. Tapi bukan berarti kalau Bryson DeChambeau lantas kita labeli sebagai sekuel. Perbandingannya, kurang lebih, seperti halnya kita tak seharusnya melabeli film ”The Dark Knight” sekadar parade lanjutan film Batman.

Christian Bale pasti lebih memilih berdiri sendiri dan jauh dari perbandingan para aktor Batman sebelumnya. Bale memang membawa energi yang memikat sebagai pemeran utama. Belum pernah ada Batman yang melompat seperti yang ia lakukan. Begitu pula DeChambeau, dengan kemenangan tiga stroke-nya pada Rocket Mortgage Classic bulan Juli lalu patut membuat Anda berujar, ”Dia mengingatkan saya kepada Pak Tua Stranny!”

”Pak Tua Stranny” adalah sebutan untuk Frank Stranahan. Dan tentu saja orang takkan membandingkan DeChambeau dengan Stranahan. Sebab banyak orang saat ini yang mungkin tidak mengenal nama itu.

Tapi melihat transformasi DeChambeau dari seorang ”ilmuwan golf” (ini sebutannya sendiri) menjadi ”hulk”, rasanya patutlah kita melihat kembali apa yang telah dilakukan mereka yang mengedepankan kebugaran, seperti yang ia lakoni saat ini. Dari Stranahan ke Gary Player ke Tiger Woods.

Tak diragukan lagi, pegolf berusia 26 tahun dari California ini menempuh caranya yang unik dan meraih hasil yang sangat drastis. Tapi apa yang ia lakukan saat ini juga telah terjadi sebelumnya dan mengundang pembahasan di seputar topik yang juga telah dibicarakan selama bertahun-tahun: Benarkah latihan beban dan menambah otot merupakan sesuatu yang penting bagi seorang pegolf?

DeChambeau membenarkannya. Bobotnya telah bertambah hingga 9 kg. Tapi kalau informasi media membenarkan laporan bahwa beratnya 93 kg dan kalau DeChambeau jujur memberi tahu beratnya sekarang antara 106 dan 109 kg, artinya ia sebenarnya telah menambah berat badannya 13-16 kg.

Tapi sekali lagi, para penggemar biasanya tidak peduli dengan angka ini. Mereka hanya terfokus pada jarak pukulnya. DeChambeau memukul hingga 320 meter. Semudah itu. Dan bagi mereka yang biasa berada lebih dekat lagi dalam lingkungan ini, faktor kecepatan bolanya mencapai 305-310 kmj. (Rata-rata jarak pukul pemain PGA TOUR sekitar 274 meter!)

”Sungguh menakjubkan melihatnya bisa meningkatkan massa otot dan menambah kecepatan swing dan bola, tapi masih memiliki kontrol yang luar biasa. Sangat mengesankan.” — Webb Simpson.

”Astaga,” ujar Rory McIlroy ketika pertama kali melihat sosok DeChambeau ketika dipasangkan dengannya pada putaran final Charles Schwab Challenge di Colonial Country Club, Forth Worth, Texas. Itulah kompetisi PGA TOUR pertama pada era yang mewajibkan pengujian COVID-19 dan tanpa kehadiran penonton. Tapi bahkan McIlroy, yang pukulannya saja sudah jauh, ikut terkesan.

”[DeChambeau] melakukan sejumlah pukulan pada hari Minggu itu dengan Harry (Diamond, kedi McIlroy) dan saya saling melongo dan sulit mempercayai mata kami,” komentar McIlroy.

Meski sulit mempercayai kalau pukulan DeChambeau bisa 30 meter lebih jauh daripada pegolf seperti McIlroy, jauh lebih mudah menerima skor yang ia peroleh. Di Colonial Counyry Club itu, DeChambeau mengalahkan McIlroy yang bermain 66-74 pada putaran keempat, dan finis hanya satu stroke dari play-off dan menorehkan skor 14-under.

Dalam dua turnamen berikutnya, RBC Heritage dan Travelers Championship, DeChambeau, masing-masing. finis T8 dan T6. Dan dalam 12 putaran terakhir, ia telah 11 kali mencatatkan skor 60-an, dengan rata-rata skornya 66,5, dan total 46-under.

Pujian pun lekas mengalir kepadanya.

Phil Mickelson berkomentar, ”Melihat seseorang memukul sekeras dan selurus itu, tentu sangat mengesankan.”

Justin Rose menambahkan, ”Cukup unik. Anda bisa bilang … kecepatannya sudah jauh terlatih.”

Webb Simpson ikut berkomentar, ”Sungguh menakjubkan melihatnya bisa meningkatkan massa otot dan menambah kecepatan swing dan bola, tapi masih memiliki kontrol yang luar biasa. Sangat mengesankan.”

 

Tak hanya fisiknya yang berubah drastis, Bryson DeChambeau juga kini melakukan pukulan terjauh pada PGA TOUR sejauh hingga 320 meter! Foto: Getty Images.

 

Lalu bagaimana hasil permainan DeChambeau yang telah mendapatkan fisik yang berbeda ini? Empat kali finis di sepuluh besar, kemenangan bulan Juli di Detroit dan berada di jajaran atas klasemen FedExCup edngan lebih dari US$2,13 juta hadiah uang yang ia raih.

”Sedikit emosional buat saya,” ujar DeChambeau seusai membukukan skor 7-under 65 dan mengalahkan Matthew Wolff dengan tiga stroke di Detroit Golf Club. ”Karena saya melakukan sesuatu yang sedikit berbeda. Saya mengubah tubuh saya, mengubah pola pikir saya tentang golf, dan bisa menuntaskannya dengan kemenangan sambil bermain dengan gaya permainan golf yang sepenuhnya berbeda.”

Eh, Bryson, bisakah Anda juga menceritakan soal latihan di pusat kebugaran itu juga?

Kalangan media dan penggemar golf tentu masih ingat keunikan DeChambeau ketika, sejak beralih pro tahun 2016, setahun usai menjuarai NCAA Championship dan U.S. Amateur, tampilan fisik dan kecepatan bolanya yang memukau jelas menjadi sasaran.

Tapi bagi mereka yang tak memiliki bekal di bidang fisika seperti halnya DeChambeau, diskusi soal pengujian bola golf dalam garam Epsom, berkeras bahwa tiap iron dalam tasnya harus memiliki panjang shaft yang sama, dan melempar topik ”penipisan oksigen” dalam perbincangan kasual, jelas menimbulkan rasa enggan.

Pada akhirnya, menonton permainannya menjadi titik tengah dari dua kutub berbeda itu. Apalagi jika mempertimbangkan bahwa DeChambeau tidak menyudutkan pasar ketika bersinggungan dengan, mungkin layak kita sebut, kecenderungannya yang eksentrik itu. Dan rasanya itulah yang membuatnya seakan menjadi kisah lanjutan dari Stranahan, pria yang dalam usia 71 tahun masih melakukan angkat berat pada tahun 1993, pada tahun kelahiran DeChambeau.

”Dalam periode awal karier saya, orang mungkin berpikir saya gila karena berlatih angkat beban. Tapi … saya sering memetik hasilnya.” — Gary Plaer.

”Dia sangat unik,” ujar Jim Gaquin, sekretaris perjalanan PGA TOUR pada era 1950-an. ”Tapi dia memang berpikir kalau dia memiliki semacam formula untuk panjang umur.”

Malahan, Stranahan tidak menyembunyikan keyakinan bahwa ia bakal hidup hingga berusia 120 tahun. Ia mendasarkan keyakinan itu pada fokusnya untuk hidup sehat. Ia tak pernah minum alkohol atau merokok, selalu bangun pukul 03:00 subuh dan lari tiap pagi. Setelah itu ia berlatih mengangkat beban. Itulah kebiasaan yang ia adposi sejak kecil di Toledo, Ohio, yang ia bawa terus sepanjang karier golfnya, bahkan ketika ia memutuskan pensiun tahun 1964 dalam usia 42 tahun.

Beberapa waktu lalu Brooks Koepka juga sempat jadi bahan pembicaraan. Ia memberi tahu para reporter kalau ia membawa seluruh fasilitas kebugaran bersamanya dari Florida ke Hilton Head Island. Tapi bahkan langkah Koepka ini tak dapat mengimbangi Stranahan, yang selalu membawa perangkat latihan beratnya bersamanya. Dan hal ini ia lakukan pada era 1940-an dan 1950-an, ketika mobil masih menjadi moda transportasi favorit dari ujung ke ujung pada masa itu.

Pada akhir era 1950-an, Stranahan bertemu pegolf muda dari Afrika Selatan. Pemuda ini menunjukkan minatnya pada angkat berat dan berusaha untuk menjaga kondisi tubuhnya. Stranahan berkukuh tentang manfaat angkat berat, tapi juga menekankan bahwa ia mengembangkan rutinitas yang takkan merusak swing golfnya.

Kuncinya, Stranahan memberi tahu pemuda yang bernama Gary Player itu, ialah dengan tidak terlalu mengembangkan otot bisep atau otot-otot dada. Player pun menganggap Stranahan, yang kala itu berusia 13 tahun lebih tua daripada dia, sebagai mentor dan visioner.

”Dalam periode awal karier saya, orang mungkin berpikir saya gila karena berlatih angkat beban,” ujar Player kepada ESPN empat tahun lalu ketika genap berusia 80. ”Tapi saya terus melakukan rutinitas ini bahkan ketika turnamen berlangsung dan saya sering memetik hasilnya.”

Siapa yang bisa mendebatnya? Player merupakan satu dari hanya lima pegolf, selain gene Sarazen, Ben Hogan, Jack Nicklaus, dan Tiger Woods, yang telah meraih setidaknya satu kemenangan dari empat Major—karier Grand Slam. Ia juga telah menjuarai lebih dari 160 turnamen di seluruh dunia.

Pertanyaannya sekarang, sanggupkan DeChambeau mengikutinya?