Curah hujan yang tinggi memaksa U.S. Women’s Open terpaksa digeser ke hari Senin. Lalu apa yang bisa Anda harapkan dari putaran final hari Senin ini?

Pergeseran jadwal U.S. Women’s Open menjadi ajang Major terakhir pada tahun 2020, dengan waktu penyelenggaraan pada bulan Desember memang memberi sejumlah manfaat berarti bagi golf wanita. Namun, semua manfaat tersebut harus menghadapi tantangan berupa kondisi alam. Pertama, penyelenggaraan bulan Desember berarti durasi bersinarnya matahari menjadi lebih singkat. Itulah sebabnya USGA memutuskan menggelar dua putaran pertama di Cypress Creek dan Jackrabbit, keputusan yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah kejuaraan Major ini.

Tantangan kedua ialah kondisi cuaca yang relatif kurang bersahabat. Pada hari Jumat cuaca diperkirakan bakal sangat menantang untuk menuntaskan 18 hole. Beruntung perkiraan tersebut hanya terbukti belakangan ketika para pemain menuntaskan permainannya.

Kondisi serupa juga terjadi menjelang putaran final sehingga USGA memutuskan memajukan waktu tee dan para peserta bermain dari dua tee yang berbeda. Sayangnya, ketika alam sudah bertindak, perencanaan manusia sering harus tertunda karenanya. Ketika putaran final dimulai hari Minggu (13/12) kemarin, hanya 41 pemain yang bisa memulai putaran finalnya. Ketika USGA memutuskan menghentikan putaran final untuk memainkannya pada hari Senin sebagian pemain hanya bisa memainkan dua hole, sebagian lain ada yang sudah memainkan hingga enam hole.

Lalu apa yang bisa kita harapkan ketika putaran final berlanjut pada hari Senin (14/12) ini? Justin Ray dari 15th Club membagikan beberapa poin menarik.

 

Setelah menjuarai AIG Women’s Open 2019, Hinako Shibuno berpeluang menjuarai U.S. Women’s Open 2020 dalam debutnya pada kejuaraan Major tertua wanita ini. Foto: Tristan Jones/LET.

 

1. Hinako Shibuno
Shibuno bisa menjadi pegolf Jepang pertama yang menjuarai U.S. Women’s Open, sekaligus pegolf pertama, baik wanita maupun pria, yang memenangkan lebih dari satu gelar Major. Jika berhasil mempertahankan keunggulan dalam 18 hole terakhir, ia akan mengikuti jejak Karrie Webb dalam menjuarai U.S. Women’s Open dan Women’s British Open secara berturut-turut. Dan ia juga akan menjadi satu-satunya juara Major 2019 yang memenangkan Major tahun 2020 ini (tiga juara Major sebelumnya pada tahun ini adalah pemain yang baru pertama kali menang).

2. Amy Olson
Bagi Olson, kemenangan akan memberinya gelar Major dan LPGA Pertama dalam karier profesionalnya, dan ia akan mengikuti jejak Ariya Jutanugarn dalam menjadi pemain yang memimpin pada putaran pertama dan keluar sebagai juara dalam 15 tahun terakhir. Dan jika berhasil, ia juga akan menjadi pegolf Amerika ketiga, setelah Michelle Wie dan Brittany Lang, yang menjuarai U.S. Women’s Open. Lalu ia juga akan menjadi pegolf Amerika pertama yang menjuarai ajang Major wanita sejak Angela Stanford menjuarai The Evian Championship 2018.

3. Moriya Jutanugarn
Keberhasilan sang adik, Ariya, bakal memberinya dorongan untuk memenangkan U.S. Women’s Open. Dan jika berhasil, Moriya dan Ariya akan menjadi pasangan kakak beradik pertama yang menjuarai U.S. Women’s Open, sekaligus yang pertama kalinya dalam sejarah LPGA. Moriya juga akan menjadi pegolf Thailand kedua yang menjuarai ajang Major. Kemenangan pada hari Senin ini juga akan menjadikannya juara U.S. Women’s Open dengan ranking terendah sejak Rolex Rankings mulai berlaku pada 2006—Moriya saat ini berperingkat 48 dunia.

4. Kim2 Ji-yeong
Kim2 berpeluang menjadi pegolf Korea kesembilan yang menjuarai ajang Major ini dalam 13 tahun terakhir. Dengan peringkat Rolex Rankings 81, jika menang ia akan menjadi juara U.S. Women’s Open dengan peringkat terendah sejak ranking ini dimulai tahun 2006. Dan jika berhasil menang, ia bakal menjadi pemain dengan defisit 36 hole terbesar (10 stroke) yang memenangkan ajang ini.

 

Keberhasilan sang adik, Ariya, pada 2018, bakal memotivasi Moriya untuk menjuarai U.S. Women’s Open. Foto: Tristan Jones/LET.

 

5. Ariya Jutanugarn
Ariya bisa menjadi pegolf ke-16 yang memenangkan ajang Major ini lebih dari sekali setelah menjuarainya tahun 2018. Dengan skor 74 pada hari ketiga, ia akan menjadi pegolf dengan skor putaran ketiga terbesar yang berhasil menang sejak Pak Se-ri melakukannya tahun 1998 (75). Dan jika berhasil menang, prestasinya ini akan menjadi kemenangan resmi LPGA pertama sejak ia menjuarai Women’s Scottish Open 2018, 869 hari lalu.

6. Lydia Ko
Ko akan menjadi pegolf ke-8 yang berhasil memenangkan U.S. Women’s Amateur dan U.S. Women’s Open. Ia juga bakal menjadi pegolf pertama sejak Juli Inkster tahun 2002 yang mengoleki dua gelar bergengsi dari USGA tersebut. Dan jika berhasil ia juga akan menjadi pegolf wanita pertama yang mengoleksi tiga gelar Major sejak Park In-bee tahun 2013.

7. Yealimi Noh
Dalam usia 19 tahun, 4 bulan, dan 18 hari, Noh berpeluang menjadi juara U.S. Women’s Open termuda dalam sejarah kejuaraan ini, memecahkan rekor Park In-bee yang menang dalam usia 19 tahun, 11 bulan, dan 17 hari pada tahun 2008. Ia juga akan menjadi juara Major pertama, baik golf wanita maupun pria, yang lahir pada tahun 2000-an. Dengan selisih 4 stroke dari Shibuno, jika bisa menang ia akan menjadi juara U.S. Women’s Open kedua sejak 2000 yang menang dengan mengatasi defisit empat stroke. Dan ia akan menjadi pegolf Amerika pertama yang meraih kemenangan pertama sebagai pemain LPGA sejak Hilary Lunke tahun 2003.

8. Kaitlyn Papp
Papp bakal mendapat sorotan khusus ketika putaran final kembali bergulir hari Senin ini. Ia berpeluang menjadi pegolf amatir kedua setelah Catherine Lacoste asal Perancis yang menjuarai ajang Major ini tahun 1967. Ia juga akan menjadi pegolf pertama yang menembus First Team All-American (WGCA) dan menjuarai Major dalam tahun yang sama. Ia juga akan menjadi pegolf amatir pertama yang memenangkan ajang yang diakui oleh LPGA sejak Lydia Ko melakukannya tahun 2013. Dan Papp berpeluang menjadi pegolf amatir keenam yang menjuarai sebuah turnamen dalam sejarah LPGA.

9. Megan Khang
Khang berpeluang menjadi pegolf kelima dalam sepuluh tahun terakhir yang meraih kemenangan pertama sebagai pegolf LPGA pada ajang U.S. Women’s Open. Ia juga bisa menjadi pegolf Amerika pertama yang meraih kemenangan pertama sebagai pemain LPGA sejak Hilary Lunke tahun 2003. Dengan peringkat Rolex 60, jika menang ia akan menjadi pegolf berperingkat terendah yang menjuarai ajang Major ini sejak Rolex Rankings dimulai tahun 2006.

Jadwal Tayang
Bagi Anda yang memiliki akses Golf Channel, lanjutan putaran final U.S. Women’s Open dapat Anda saksikan mulai pukul 21:00 WIB.