Annika Sorenstam berniat untuk ikut meramaikan persaingan pada Scandinavian Mixed yang akan digelar bulan Juni 2021 mendatang.

Annika Sorenstam menyampaikan kepastiannya untuk bertanding di negaranya, untuk pertama kalinya dalam 13 tahun. Bertindak sebagai tuan rumah bersama Henrik Stenson, keduanya akan ikut bertanding pada Scandinavian Mixed Hosted by Henrik and Annika di Vallda Golf and Country Club, Gothenburg pada 10-13 Juni 2021 ini.

Selama 16 tahun menjalani kariernya, Sorenstam telah mengemas 89 kemenangan di seluruh dunia, termasuk sepuluh kejuaraan Major sampai akhirnya ia pensiun tahun 2008 dan berkeluarga. Wanita yang kini berusia 50 tahun ini awalnya mengumumkan dirinya sebagai tuan rumah yang tidak ikut bertanding, bersama Stenson, untuk edisi perdana Scandinavian Mixed. Turnamen ini sendiri semula dijadwalkan dimainkan tahun 2020 di Bro Hof Slott Golf Club, Stockholm, yang kemudian terpaksa dibatalkan lantaran pandemi COVID-19.

Setelah 13 tahun absen dari golf profesional, Sorenstam berhasil lolos cut pada bulan Februari lalu dalam kompetisi pertamanya di Gainbridge LPGA di Lake Nona Golf and Country Club. Keberhasilannya kala itu tampaknya ikut mendorongnya untuk kembali bermain di negeri sendiri. Terakhir ia bertanding di Swedia pada ajang scandinavian TPC 2008 di Stockholm.

Pegolf yang telah delapan kali mengikuti Solheim Cup ini memutuskan untuk ikut ambil bagian dalam ajang yang akan diikuti oleh 78 pria dan 78 wanita untuk sekaligus memberi level semangat yang baru pada turnamen campuran yang inovatif ini. Dan untuk ajang ini, sekali lagi European Tour akan berkolaborasi dengan Ladies European Tour.

Dengan total hadiah sebesar €1 juta untuk seluruh peserta dan Official World Golf Ranking yang diberikan kepada kedua Tour tersebut. Selain itu, ajang ini juga diperhitungkan dalam perlombaan Race to Dubai dan poin Ryder Cup untuk European Tour, serta Race to Costa del Sol dan poin Solheim Cup pada Ladies European Tour. Para penggemar yang ingin menyaksikan kompetisi ini pun sudah dapat mendaftarkan diri untuk bisa menjadi saksi gelaran perdana ini.

 

Sebagai rekanan Annika Sorenstam selaku tuan rumah Scandinavian Mixed, Henrik Stenson menyambut gembira keputusan rekannya itu untuk ikut bertanding. Foto: Getty Images.

 

”Saya bersemangat untuk bisa tampil pada Scandinavian Mixed dan kembali bermain secara kompetitif di negara saya sendiri untuk pertama kalinya dalam 13 tahun,” ujar Sorenstam.

”Sejak pensiun tahun 2008, saya mendedikasikan waktu saya untuk ANNIKA Foundation, yang telah menggelar tujuh ajang global bagi pegolf junior perempuan, termasuk ANNIKA Invitational Europe, yang akan digelar di Isaberg Golf Club, Swedia setelah turnamen tahun ini. Jadi, saya merasa ini kesempatan yang sempurna untuk bisa bermain dalam ajang bersejarah yang menyatukan kaum wanita dan pria bersama-sama dalam turnamen profesional kombinasi.”

Ia menambahkan bahwa ajang ini menjadi salah satu cara untuk menghadirkan golf bagi generasi yang lebih muda di Swedia, termasuk kepada komunitas golf di seluruh dunia bahwa olahraga ini benar-benar ditujukan bagi semua kalangan.

Stenson sendiri menyambut gembira keputusan pegolf legendaris tersebut. ”Saya senang mengetahui Annika, salah satu pegolf terbesar di dunia, akan ikut bertanding di Vallda bulan Juni nanti. Pekan itu pasti akan sangat luar biasa dan saya yakin seluruh pemain akan sangat bersemangat untuk bisa menyambut Annika yang ikut serta dalam turnamen ini. Saya tak sabar melihat dinamika kompetisi pria dan wanita yang saling bertanding untuk trofi yang sama dan berjuang semaksimal mungkin untuk hari Minggu sore nanti.

”Melalui Scandinavian Mixed, dan turnamen-turnamen golf lainnya, Annika dan saya berharap bisa menginspirasi generasi pegolf berikutnya di Swedia dan di seluruh dunia. The Henrik Stenson Foundation telah berkomitmen membantu anak-anak mewujudkan impian mereka dengan memberikan percikan awal yang akan memulai misi mereka dalam kehidupannya, dengan fokus awal kami pada Paragolf dan golf junior, menghadirkan ajang-ajang internasional dan beasiswa yang menyoroti sifat inklusif dari olahraga ini.”