Pegolf muda Indonesia Joshua Andrew Wirawan membukukan 6-under 66 pada putaran pertama Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic yang berlangsung kemarin (23/8). Pegolf berusia 20 tahun ini membukukan 1 eagle, 7 birdie, dan 3 bogey dan untuk sementara berada di peringkat T4.

Andrew yang bermain dari hole pertama sempat mendapatan bogey di hole 4 dan 5. Namun, di sisa empat hole dalam sembilan hole pertamanya itu, ia berhasil mendapatkan tiga birdie dan sebuah eagle di hole 8 untuk mencatatkan 3-under.

Sempat mendapat bogey lagi di hole 10, Andrew menuntaskan putaran pertamanya dengan dua birdie berturut-turut setelah di hole 13 dan 15 juga mendapat birdie. Catatan skor ini menempatkannya di peringkat keempat bersama dengan Udayan Mane dari India, Antonio Lascuna dari Filipina, dan Wolmer Murillo dari Venezeula.

Pemain lain yang pantas disebut ialah pegolf amatir M. Rifqi Alam. Pada putaran awal kemarin ia menjadi salah satu pemain amatir yang berhasil bermain under. Rifqi yang mulai bermain dari hole 10 sempat bermain 3-under dan tanpa bogey di sembilan hole pertamanya setelah birdie di hole 12, 17 dan 18. Ia menambah dua birdie lagi untuk torehan 5-under dan menempatkannya di jajaran atas. Sayangnya ia kemudian mendapat bogey di hole 7. Birdie di hole berikutnya pun harus kandas lantaran di hole terakhir ia mendapat bogey.

Torehan 4-under 68 menempatkan Rifqi di peringkat 13 bersama tujuh pegolf lainnya, termasuk juara bertahan asal Swedia, Oscar Zetterwall.

Pegolf amatir lain yang berhasil mengawali putaran awal dengan cukup baik ialah Peter Gunawan dan Rizchy Subekti yang sama-sama bermain 1-under 71. Adapun Tirto Tamardi bermain even par.

Trio Indonesia lainnya, Fajar Win Nuryanto, Rinaldi Adiyandono, dan Junaidi Ibrahim sempat menjadi tiga pemain dengan skor terbaik hingga sesi pagi selesai. Ketiganya sama-sama bermain 2-under 70.

Rinaldi menuturkan kondisi lapangan pada sesi pagi sangat baik. Rinaldi yang membukukan empat birdie dengan dua bogey mengakhiri putaran pertamanya dengan solid, mencatatkan birdie di hole terakhir. Setelah pukulan keduanya berada di posisi yang kurang ideal untuk melakukan approach, Rinaldi memainkan wedge 59° untuk menyerang pin dan melakukan tap-in untuk birdie.

Putaran pertama kemarin menjadi panggung bagi Mathiam Keyser untuk membukukan skor fenomenal 9-under 63. Skor ini merupakan skor pembuka terbaik yang pernah dibukukan seorag pemain dalam empat penyelenggaraan ajang ini, lebih baik daripada skor 64 yang diperoleh Indra Hermawan dan Sutijet Kooratanapisan tahun lalu.

Pegolf Afrika Selatan tersebut membukukan 11 birdie dan 2 bogey untuk memimpin pada akhir hari pertama ajang Asian Development Tour ini.

”Semuanya berjalan dengan baik. Lapangan ini menuntut Anda untuk berusaha tetap memukul ke fairway, barulah Anda bisa menyerang green dengan banyak wedge. Saya melakukan itu sepanjang hari. Tak ada yang terlalu luar biasa dalam putaran itu,” tutur Keyser.

”Saya selaku menyukai lapangan ini (Damai Indah Golf BSD Course) sejak pertama kali main di sini (2014), tapi saya belum pernah bisa main bagus. Belum lama ini saya kembali ke Dubai dan banyak melatih wedge saya, yang kali ini terbukti jitu,” tambahnya lagi.

Meski bermain luar biasa dan memimpin, Keyser hanya unggul satu stroke dari pegolf Amerika Serikat, Blake Snyder yang kemarin mencatatkan 8-under 68. Satu stroke di belakangnya ada pegolf Thailand Tirawat Kaewsiribandit.