Louis Oosthuizen memimpin klasemen sementara The Open Championship dengan An Byeonghun menjadi wakil Asia teratas dengan terpaut tiga stroke dari pegolf Afrika Selatan tersebut.

Sejak menjuarai gelar Major pertamanya pada The Open Championship 2010, Oosthuizen sudah berkali-kali finis di tempat kedua. Ada enam ajang Major ketika ia harus menerima fakta bahwa ia berada di tempat kedua, atau salah satu pemain yang menjadi runner-up. Dari enam hasil runner-up yang ia peroleh, dua di antaranya terjadi pada ajang PGA Championship dan U.S. Open yang belum lama ini berlalu.

Tidak mengherankan jika statistik hasil permainannya ini kemudian muncul dalam perbincangan, tatkala ia menuntaskan putaran pertama The Open edisi ke-149 kemarin (15/7).

”(Semua hasil tersebut) memberikan percaya diri ketika mengikuti ajang Major. Saya tahu kalau saya masih bisa bersaing dan memiliki peluang untuk menang. Namun, begitu pekan seperti ini dimulai, saya mesti menyingkirkan pikiran tersebut dan fokus pada tiap putaran dan tiap pukulan,” tutur Oosthuizen.

Permainannya pada putaran pertama kemarin memang mengagumkan. Tidak ada yang menyaingi perolehan enam birdie dan tanpa bogey yang ia torehkan di kartu skornya. Dengan Royal St. George’s yang dimainkan 70 par, skor 64 yang ia raih kemarin membawanya ke puncak klasemen sementara, mengungguli sesama mantan Champion Golfer of the Year, Jordan Spieth.

 

 

”Mungkin dalam benak saya inilah putaran sempurna yang bisa saya mainkan. Saya tak banyak melakukan kesalahan. Ketika mendapat peluang bagus untuk mendapat birdie, saya berhasil memasukkannya. Jadi, ini benar-benar putaran yang solid,” tambahnya lagi.

Dengan lapangan The Open yang kerap memberikan penalti berat jika gagal mencapai fairway, Oosthuizen menunjukkan keseimbangan permainan yang baik. Persentase akurasi driving-nya hanya mencapai 42,86%, namun permainan approach-nya yang mencapai 77,78% memberi keseimbangan yang baik. Dengan rata-rata 1,44 putt per green in regulation, alumnus Ernie Els Foundation ini sukses mencatatkan enam birdie: dua di sembilan hole pertama, dan empat lainnya di sembilan hole terakhir.

”Saya pikir, mungkin saya akan memilih mendapat tujuh par lagi. Selama bertahun-tahun bermain pada kejuaraan Major, saya mempelajari bahwa kesabaran menjadi kuncinya, dan bahkan ketika Anda membuat bogey, ketahuilah bahwa ada banyak pemain lain yang juga mendapat bogey,” sambung Ootshuizen, menjelaskan tujuh par berturut-turut di sembilan hole pertamanya. ”Saya hanya sangat sabar. Berusaha melakukan pukulan dan tidak memukul bola agar cukup mendekati lubang dan membuat birdie di beberapa hole pertama, sampai kemudian melakukan dua putt birdie di hole 8 dan 9.”

Sorotan lain juga layak diberikan kepada Spieth. Meskipun kartu skornya ternodai oleh bogey di hole 3, enam birdie yang ia raih kemarin membuatnya hanya terpaut satu stroke dari Oosthuizen. Dan berbeda dari Oosthuizen, permainan Spieth dalam urusan akurasi driving masih lebih baik dengan catatan 64,29%, namun performa putting-nya sedikit di belakang sang pimpinan klasemen itu setelah mencatatkan rata-rata 1,5 putt per green in regulation.

 

 

”Mungkin saya bisa bilang lapangannya agak sedikit empuk. Saya masih bisa selamat setelah pada beberapa pukulan tee bola saya berhenti di area first cut yang mungkin, kalau kondisinya lebih keras, bola saya akan masuk ke fescue. Saya yakin banyak pemain yang mengalami hal serupa. Ini lapangan yang memiliki begitu banyak gelombang di fairway yang kalau kondisinya makin keras, bakal menciptakan pantulan ke mana-mana.

”Tapi sudah jelas kondisi green-nya agak lebih empuk. … mereka menempatkan beberapa pin di posisi yang cukup menyenangkan bagi kami, di mana beberapa di antaranya berada di ceruk. Jika memukul dengan wedge, Anda bisa memanfaatkannya.”

Catatan performa terbaik dari wakil Asia kemarin ditorehkan oleh An Byeonghun. Pegolf Korea ini mencatatkan skor 3-under 67 dan menjadi salah satu pegolf yang menghuni peringkat 9. Beberapa pemain lain yang ada di posisi tersebut termasuk Juara Indonesia Open 2018 Justin Harding, Juara Indonesian Masters 2017 Justin Rose, Juara PGA Championship 2020 Collin Morikawa, dan Marcel Siem yang baru saja memenangkan gelar European Challenge Tour untuk mendapatkan spot bertanding pekan ini.

Birdie di hole pertama membantu An bermain solid di sembilan hole pertamanya. Ia kemudian menambah dua birdie lagi di hole 7 dan 8. Sayangnya, ia mendapat dua bogey di hole 13 dan 16, namun langsung bangkit dan menorehkan dua birdie di dua hole terakhirnya.

 

 

Permainan mengagumkan lainnya ditunjukkan oleh pegolf amatir China Lin Yuxin. Juara Asia-Pacific Amateur Championship 2019 ini mencatatkan empat birdie dan tiga bogey untuk torehan skor 1-under 69, yang untuk sementara menempatkannya di peringkat T32.

Sementara itu, Takumi Kanaya, Jazz Janewattananond, dan Ryutaro Nagano mengawali The Open Championship pekan ini dengan torehan even par 70.

”Kondisinya berangin dengan embusan kira-kira 15 mil, dan bisa menjadi sekencang, mungkin, 20 atau 25. Ada satu embusan angin yang saking kencangnya, membuat badan saya kehilangan keseimbangan, jadi seperti itulah angin di sini,” tutur C.T. Pan, yang kemarin bermain dengan skor 1-over 71 dan kini menempati posisi T74.

”Permainan saya cukup bagus. Saya berhasil memukul banyak bola ke fairway. Sayangnya tak banyak putt birdie yang saya masukkan. Green-nya agak sedikit lebih lambat daripada yang biasa saya mainkan, jadi saya harus melatih putting lagi untuk memastikan dan semoga mendapat lebih banyak peluang birdie besok (hari ini).”