An Byeonghun menikmati waktu mengasuh putranya yang baru lahir bersama sang istri, memproduksi video untuk kanal YouTube-nya, dan kini siap beralih ke mode kompetisi.

Jeda panjang akibat pandemi COVID-19 ternyata dimanfaatkan oleh bintang Korea Selatan An Byeonghun untuk menguasai kemampuan baru. Dari menjadi ayah di rumahnya, sampai memproduksi kanal YouTube. Tapi ketika pekan depan hadir, dia jelas berharap kemampuannya yang paling penting, yaitu golf, kembali hadir ketika turnamen PGA TOUR kembali dilangsungkan lewat ajang Charles Schwab Challenge di Colonial Country Club, di Fort Worth, Texas.

“Saya tak sabar untuk segera bermain,” ujar An, yang saat ini menempati peringkat 23 daftar peraih poin FedExCup. “Setelah jeda tiga pekan, saya hanya ingin segera kembali ke lapangan, inilah yang paling saya nantikan.”

Saat ini kemampuannya untuk mengganti popok bagi putra pertamanya, Sunwoo Stanley yang lahir bulan Februari lalu telah meningkat, mantan juara U.S. Amateur ini memperkirakan permainan golfnya ada di antara 70-80%. An memang bisa berlatih di Lake Nona di Orlando pada periode pembatasan aktivitas akibat COVID-19. Tapi ia juga takkan kaget jika permainannya terasa kaku ketika kembali berkompetisi nanti.

“Rasa gugup di hole pertama … perasaan ini selalu menjadi yang paling berat. Saya pikir short game kami bakal terpengaruh lantaran tak adanya kompetisi selama ini. Pasti butuh beberapa hari lagi (untuk pulih). Pasti ada kekakuan, tapi begitu mulai bertanding, kemampuan itu bakal kembali lagi. Turnamen pertama mungkin lebih menjadi pemanasan. Pukulan saya sebenarnya sekarang lumayan sih,” ujar An, yang memanggil David Leadbetter untuk sesi latihannya dua pekan lalu untuk mempertajam permainan menjelang kompetisi pekan depan.

An sebenarnya sempat melakoni musim ini dengan sangat baik sampai ketika kompetisi dihentikan. Dari 13 turnamen yang ia ikuti sejak musim gugur tahun 2019, ia telah lima kali membukukan finis di sepuluh besar. Prestasi terbaiknya ialah peringkat 3 pada Sanderson Farms Championship. Ia juga finis T4 pada The Honda Classic, bulan Maret lalu. Kala itu ia menyaksikan teman dan sesama anggota Tim Internasional Presidents Cup, Im Sungjae, meraih gelar PGA TOUR perdananya.

“Saya ingin melihat lebih banyak pemain Korea yang menjuarai gelar PGA TOUR dan semoga sayalah yang berikutnya menjadi juara.” — An Byeonghun

“Saya tidak membutuhkan motivasi,” ujar An. “Saya sudah bermain cukup lama dan saya juga ingin menang seperti halnya orang lain. Sungjae teman senegara saya dan semua orang tahu dia pemain hebat dan dia bakal menang. Saya ingin melihat lebih banyak pemain Korea yang menjuarai gelar PGA TOUR dan semoga sayalah yang berikutnya menjadi juara. Tapi tidak mudah untuk menang di sini.

Prestasi An pada kompetisi PGA TOUR sejauh ini hanyalah tiga kali finis di tempat kedua. Pertama pada ajang Zurich Classic of New Orleans 2016 ketika ia finis T2, lalu pada tahun 2018 ia dua kali lagi finis T2, yaitu pada ajang RBC Canadian Open dan The Memorial Tournament presented by Nationwide.

“Musim ini menjadi musim yang sangat bagus dengan saya berhasil beberapa kali finis di sepuluh besar. Saya ingin melanjutkan performa tersebut dan bermain pada ajang FedExCup dan menembus TOUR Championship (untuk pertama kalinya). Itu target saya. Itu juga sebabnya kenapa saya berpartisipasi dalam beberapa ajang pertama pada awal musim dan manfaat dari keputusan itu untuk bisa menembus TOUR Championship pasti sangat besar. Jadi, itulah target saya, target utama saya. Impiannya tentu meraih kemenangan.”

Selama golf tak dapat dimainkan, An justru melakukan kesibukan lain. Dengan kelahiran bayinya, masa jeda ini terbukti menjadi berkat tersendiri baginya. Ia pun menikmati berkumpul dengan keluarganya, bersama Jamie, istrinya, dan sang bayi.

Selain itu, ia juga meluncurkan kanal YouTube yang ia beri nama ANmazing Golf. Kebanyakan video yang ia produksi berupa instruksi yang mayoritas ia lakukan sendiri. Sekarang ia sudah memiliki lebih dari 8.800 pelanggan dan salah satu video terpopulernya ditonton llebih dari 114.000 kali. Sejak pertengahan Maret, ia telah memproduksi 28 video untuk kanalnya.

 

 

“Sebelum pandemi ini, saya sering menonton video YouTube. Dan karena kami tak bisa mengikuti turnamen, saya ingin terus berinteraksi dengan para penggemar dan membuat kanal sendiri,” jelasnya.

“Isinya lebih ke membagikan tip golf dan klinik karena lapangan golf buka. Terkadang saya juga memfilkmkannya di halaman belakang rumah. Saya pikir para penggemar menyukainya, tapi begitu musim ini kembali dilanjutkan, mungkin saya tidak bisa memasang video sesering mungkin, meskipun kegiatan ini menyenangkan juga. Saya juga belajar mengedit sendiri video-video tersebut. Saya menambahkan semua efek, teks, dan mengedit dan senang rasanya banyak orang yang menikmati video-video tersebut.”

Kesuksesan An di Internet, plus dengan berlimpahnya waktu bersama keluarga, membantunya memaksimalkan waktu jeda panjangnya dari lapangan.

“Hal terbaik dari periode ini ialah saya bisa mencurahkan sepanjang waktu dengan putra dan istri saya. Kami menyambut putra kami sebulan sebelum pandemi merebak, jadi saya beruntung, dalam arti, bisa melihatnya tumbuh dan menyaksikan tiap momen tersebut,” tuturnya.

“Perubahannya terjadi tiap dua hari sekali. Anda bisa melihat seorang bayi mengalami perubahan dalam cara dia bereaksi, cara dia tertawa, cara dia tersenyum ketika dia bangun. Kalau saya berkeliling mengikuti turnamen, saya takkan bisa menyaksikan perkembangan seperti ini. Saya menikmati momen ini meskipun tidak mengikuti banyak turnamen.”