An Byeonghun kini memimpin kontingen Asia pada ajang Palmetto Championship.

Pegolf Korea Selatan An Byeonghun harus menanti hingga hole 15, yang merupakan hole keenamnya pada putaran kedua Palmetto Championship, yang berlangsung di lapangan ternama Congaree Golf Club. Penantiannya itu terasa sangat manis. Pasalnya di hole par 4 itu ia sukses membukukan eagle setelah pukulan pertamanya mengantarkan bola hingga berjarak sekitar 5,5 meter dari lubang, persis sedikit di luar green, yang kemudian berhasil ia maksimalkan.

Putaran keduanya pun tampak bakal berjalan dengan baik ketika di hole berikutnya pukulan keduanya menyisakan jarak kurang dari 100 meter. Sebab bukankah para pegolf profesional ini mahir memainkan jarak di bawah 100 meter? Sayangnya, kali ini pukulannya melewati green. Dan ketika semestinya ia bisa memaksakan par, upayanya memasukkan bola dalam putt pertama gagal ia lakukan, yang membuatnya harus mencatatkan bogey.

Lalu ketika ia kembali mencatatkan bogey di hole 17, anggota Tim Internasional Presidents Cup 2019 ini pun harus menuntaskan sembilan hole pertamanya dengan even par.

Bukan hal yang buruk, memang, mengingat ia masih memiliki sembilan hole berikutnya. Tebersit pula harapan bahwa ia bisa mencuri sejumlah birdie dalam rentang hole 1-9 itu, mengingat sehari sebelumnya, ia berhasil mencatatkan tiga birdie di hole 1, 2, dan 4.

Sayangnya, kali ini ia tak dapat mengulanginya. Dan lagi-lagi, setelah tak kunjung mendapat birdie yang ia harapkan hingga hole 7, di hole berikutnya An harus kembali mengalami petaka. Meskipun berhasil mengantarkan bolanya ke green dalam dua pukulan, secara mengejutkan ia membutuhkan empat putt untuk mencatatkan double bogey di hole tersebut dan akhirnya harus puas dengan skor 73.

 

 

Mengingat posisinya saat ini, skor 73 tersebut tak otomatis menjadi skor yang buruk, meskipun jelas ia semestinya bisa bermain lebih baik. An mengantungi 2-under 140 dan kini berada di posisi T20, yang sekaligus menempatkannya sebagai pegolf Asia teratas pada hari ketika sebagian besar wakil Asia lainnya membukukan skor yang mengecewakan.

Kiradech Aphibarnrat yang tampak berhasil bangkit setelah membukukan skor 67 pada putaran pertama, harus berlatih lebih keras lagi untuk mempersiapkan diri pada ajang berikutnya setelah kemarin bermain dengan sepuluh stroke lebih buruk.

Zhang Xinjun dari China mungkin bermain lebih baik daripada putaran awalnya, namun skor 1-under 70 tidak cukup menyelamatkan lantaran ia menorehkan skor 75 pada putaran sebelumnya.

Satu-satunya skor membanggakan datang dari Im Sungjae yang kemarin menorehkan dua birdie, satu eagle, dan satu bogey. Dengan skor 1-over 143, Im berhak tampil ke putaran akhir pekan, persis pada batas cut-off.

Wakil Asia lainnya yang akan melanjutkan perjuangan ialah Satoshi Kodaira dan C.T. Pan yang sama-sama membukukan skor 69-72 dan menempati posisi T29; Anirban Lahiri dengan skor 69-73 di peringkat T44, dan Im yang akan memulai putaran ketiga dari posisi T53.

Sementara itu, Chesson Hadley kini menjadi pimpinan klasemen sementara setelah membukukan skor total 11-under 131. Untuk pertama kali dalam kariernya, Hadley menjadi pimpinan klasemen dalam sebuah ajang PGA TOUR. Pemegang satu gelar PGA TOUR ini menorehkan tujuh birdie dengan dua bogey untuk memegang keunggulan satu stroke atas pegolf favorit Dustin Johnson.