Kualitas putting yang tajam membawa An Byeonghun meramaikan persaingan pada WGC-FedEx St. Jude Invitational.

Bintang asal Korea An Byeonghun meramaikan persaingan pada World Golf Championships-FedEx St. Jude Invitational berkat permainan gemilang 5-under 65. Hasil tersebut membawanya kini menempati peringkat T3 pada akhir putaran kedua kemarin (31/8).

Pegolf berusia 28 tahun ini memang tengah mengejar gelar World Golf Championships dan PGA TOUR perdana dalam kariernya. Dan sejauh ini permainannya membuka peluang untuk mewujudkan hal ini. Enam birdie dan sebuah bogey yang ia bukukan membuatnya mengumpulkan skor 7-under 133. Untuk sementara, ia hanya terpaut empat stroke dari Brandon Todd, sang pimpinan klasemen.

An mulai berlatih putting dengan Brad Faxon, yang berstatus pemegang 8 gelar pGA TOUR. Latihan ini tampaknya membuahkan hasil positif. Hingga putaran kedua, An telah membukukan 12 birdie dan membuatnya menjadi salah satu pegolf dengan catatan birdie terbanyak pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$10,5 juta ini.

”Brad menjadi opsi yang hebat dan dia cukup baik melatih saya dalam beberapa pekan ini. Lalu, seperti hasil yang terlihat, sepertinya kerja keras ini membuahkan hasil dalam beberapa pekan terakhir, meski saya tak mendapat hasil yang bagus pada Memorial Tournament dan sepekan sebelumnya. Statistik putting saya kini jauh lebih baik daripada awal tahun ini. Saya senang melihat arah perubahan ini. Ada perubahan besar dari latihan ini dan, seperti saya sampaikan tadi, saya hanya perlu melakukan pukulan dengan lebih baik dan memberi peluang birdie lebih banyak. Beberapa di antaranya berhasil masuk kali ini dan saya bisa main 5-under,” ujar pegolf yang kini berada di peringkat 36 pada klasemen FedExCup.

”Ada beberapa hal yang kami latih dan, lebih ke aspek visual, pembacaan green, dan berusaha untuk memaksimalkannya.” — An Byeonghun.

An sendiri sebenarnya dikenal sebagai salah satu pemukul terbaik. Namun, ia sering dikecawakan dengan kualitas putter-nya, yang menempatkannya di peringkat 203 pada kategori Strokes Gained: Putting PGA TOUR musim ini. Tapi pekan ini, An berada di posisi 10, yang memberinya harapan untuk meraih kemenangan pertama PGA TOUR, sekaligus menjadi pegolf Korea pertama yang menjuarai ajang WGC.

An mulai bermain dari hole 10 dan membukukan tiga birdie pertamanya di hole 10, 12, dan 14, yang masing-masing ia raih dari jarak 23, 10, dan 11 kaki. Ia kemudian memasukkan birdie lain dari jarak 10 kaki di hole 3. Tapi sebenarnya Faxon tak berfokus hanya pada teknik putting-nya.

”Ada beberapa hal yang kami latih dan, lebih ke aspek visual, pembacaan green, dan berusaha untuk memaksimalkannya. Sejujurnya malah tak banyak teknik yang dikerjakan. Sedikit melatih aspek ini dan itu, (dan) sedikit mengubah rutinitas saya. Sesederhana itu sampai saya hanya mengubahnya dalam empat, lima hari. Bukan berarti saya tak perlu berlatih keras untuk mengubahnya. Ini perubahan besar, tapi tidak terlalu besar. Hal yang sangat sederhana dan sepertinya sangat bermanfaat pastinya,” ujar pegolf Korea ini.

An ternyata memiliki selera humor yang unik. Ketika Sam Harrop, seorang penggemar golf dari Inggris membuat karangan lirik lagu parodi di Twitter tentang permainannya, berbunyi, ”Benny An, he putts like he has got glass eyes… please get some tips from Larry Mize,” pegolf Korea ini membalas dengan mematrikan lirik itu ke wedge-nya.

 

 

”Ya, mungkin bisa dibilang begitu,” ujarnya. ”Saya pikir saya kembali mendapat penglihatan normal, membaca putt dengan jauh lebih baik. Dia menulis lagu tentang saya, menarik juga. Saya tahu di mana posisi saya terkait statistik putting, yang jauh dari rata-rata. Tapi semoga semua ini berubah dalam beberapa pekan, dan pekan ini putting saya justru sedang bagus. Kita lihat bagaimana akhir pekan ini. Sejauh ini sih bagus.”

Dalam 14 ajang WGC terakhir, An telah sekali finis di sepuluh besar, yaitu ketika ia finis T9 pada WGC-Dell Technologies Match Play 2016. Ia juga tiga kali finis runner-up pada ajang PGA TOUR. Terakhir prestasi itu ia raih pada RBC Canadian Open 2018. Musim ini ia sudah lima kali finis di sepuluh besar.

Rekan senegaranya, Kang Sung berjuang untuk mendapatkan skor 1-under 69 setelah mendapat empat birdie dan tiga bogey. Ia hanya berjarak satu stroke dari An dan kini duduk di posisi T6. Pegolf yang telah meraih satu gelar PGA TOUR ini berkomentar, ”Brendon Todd berjarak lima stroke di depan saya, tapi masih ada dua hari tersisa, jadi saya pikir saya tidak terlalu jauh tertinggal. Tergantung ke mana arah embusan angin dalam dua hari terakhir. Kondisi lapangan ini sedang bagus, jadi meskipun pukulan saya tidak terlalu jauh, jika bisa menempatkan bola di fairway saya masih punya peluang,” ujar Kang.

Sementara itu, pegolf Jepang Hideki Matsuyama kini menempati posisi T33 setelah bermain 71. Li Haotong dari China membukukan skor 73 dan berada di peringkat T49. Adapun pegolf Thailand, Jazz Janewattananond berada jauh di belakang, di peringkat T73 setelah bermain 1-over 71. Pegolf China Taipei C.T. Pan akan memasuki akhir pekan ini di posisi T73 setelah bermain 74 pada hari kedua.