Tema ini seakan menjadi kian relevan dalam tahun ini, terutama setelah sejumlah pemain top amatir Indonesia menunjukkan kapasitas dan persaingan yang sangat kuat terhadap para pegolf profesional. Puncaknya ialah ketika Naraajie Emerald Ramadhan Putra menjuarai Indonesian Golf Tour Seri III pada bulan April dan Seri V pada pertengahan tahun ini.

Naraajie sendiri telah menembus sejumlah prestasi yang belum pernah dilakukan oleh pemain amatir Indonesia mana pun dan masih berada di jajaran 100 besar pada World Golf Amateur Ranking. Dengan permainan yang kian matang, tak mengherankan jika ia kemudian menjadi salah satu penantang tertangguh ketika Indonesian Golf Tour Grand Final berlangsung kemarin (21/11).

Pegolf berusia 18 tahun ini kemarin membukukan skor 5-under 67 dalam ajang pamungkas yang dimainkan di Damai Indah Golf Pantai Indah Kapuk Course ini. Istimewanya lagi, ia melakukannya tanpa mencatatkan bogey.

 

Rory Hie dalam misi menemukan kembali permainan terbaiknya untuk mencatatkan prestasi maksimal pada Indonesian Golf Tour Grand Final. Foto: Golfin’STYLE.

 

Meski demikian, ia harus bersabar untuk menorehkan birdie di hole keempatnya. Bermain dari hole 10, ia membukukan birdie pertama di hole 13, dan menambah dua birdie lagi di hole 16 dan 17 untuk membukukan 3-under.

Memasuki sembilan hole terakhir, pegolf yang pernah bermain dalam Tim Internasional pada Junior Presidents Cup ini, dipaksa untuk kembali bersabar. Selama lima hole pertama di sembilan hole terakhir itu, Naraajie harus puas mendapatkan par. Sampai ia mencatatkan birdie keempatnya di hole 6 dan menambah satu lagi di hole 8.

Nama Naraajie sempat berada di peringkat teratas sendirian, meskipun tidak cukup lama. Rory Hie berhasil menyamakan catatan skor Naraajie dengan 5-under 67 dan lima birdie tanpa bogey.

Sama-sama memulai putaran pertama dari hole 10, Rory membukukan dua birdie berturut-turut di hole 13 dan 14, dan harus menunggu sampai enam hole lagi untuk meraih birdie ketiganya. Ia kemudian mendapat dua birdie lagi di hole 3 dan 6 untuk menjadi pimpinan klasemen bersama Naraajie pada akhir hari pertama.

 

Danny Masrin boleh jadi menorehkan enam birdie, namun dua bogey yang ia dapatkan membuatnya harus puas dengan skor 68 pada hari pertama Indonesian Golf Tour Grand Final. Foto: Golfin’STYLE.

 

Juara Indonesian Golf Tour Seri VII Elki Kow berada satu stroke di belakang Naraajie dan Rory setelah menorehkan lima birdie dengan satu bogey.

Sementara itu, Rinaldi Adiyandono berusaha untuk mengulangi prestasi terbaiknya ketika menjuarai Panasonic Open Indonesia yang digelar di lapangan yang sama empat tahun lalu. Ia mencatatkan empat birdie dengan sebuah bogey dan mengakhiri putaran pertama dengan skor 68. Ia pun harus berbagi posisi di tempat keempat bersama Danny Masrin.

Pada hari pertama kemarin, praktis hanya ada 11 pemain yang berhasil bermain under. Rekan Naraajie ketika turun bermain pada Asia-Pacific Amateur Championship di Singapura awal Oktober 2018, Almay Rayhan Yagutah menjadi salah satu pemain yang membukukan skor under dengan 1-under 71.

Adapun Danny Masrin pemain yang mencatatkan birdie terbanyak pada hari pertama. Danny menorehkan enam birdie pada hari pertama. Sayangnya, ia justru mendapat dua bogey untuk skor 68.

Leave a comment