Pegolf amatir Almay Rayhan Yaqutah yang pada putaran pertama bermain 4-under 68, masih melanjutkan momentum dengan menunjukkan performa yang luar biasa. Ketika putaran kedua kembali dilanjutkan pagi ini (19/11), Almay memastikan bermain 3-under 69 dan mengumpulkan total skor 137. Untuk sementara ia pun berada di peringkat T12, berbagi tempat dengan pegolf papan atas India Jeev Milkha Singh dan pegolf Thailand Donlaphatchai Niyomchon.

Saat turnamen yang dimainkan di Pondok Indah Golf Course, Jakarta ini dihentikan kemarin (18/11), Almay telah memainkan 12 hole dan sempat menambah empat birdie di hole 10, 12, 13, dan 14. Ia sempat menambah koleksi birdie-nya di hole ketika turnamen kembali dilanjutkan pagi tadi 5. Sayangnya, di hole 6 dan hole 8, ia mendapatkan bogey.

Mengawali putaran kedua dari hole 10 kemarin, Almay mengaku sempat gugup saat hendak memulai putaran keduanya. Namun, ia berhasil mengusir keraguannya tersebut setelah mendapatkan birdie di hole pembuka.

”Jujur saja, sebelum tee off saya merasa benar-benar gemetaran. Setelah tahu bahwa batas cut-off ada di 1-under, saya merasa harus bermain bertahan,” ungkap Almay. ”Saya mulai merasa lepas (dari tekanan) setelah mendapat birdie di hole pertama.”

Setelah birdie di hole 10 tersebut, Almay berhasil mendapatkan tiga birdie berturut-turut di hole 12, 13, dan 14. Meski koleksi birdie-nya masih belum bertambah hingga ia menuntaskan hole ke-12-nya, hari ini Almay sama sekali belum mendapatkan bogey.

Almay mengaku tidak mematok target muluk pada debutnya di BANK BRI-JCB Indonesia Open kali ini. Dan mungkin itulah yang salah satu kunci sehingga ia bisa bermain sebaik ini.

Selain itu, ia juga menyebut penempatan posisi pin juga ikut menentukan.

”Posisi pin hari ini (kemarin) lebih enak. Kebanyakan tidak terlalu mepet, lebih banyak ditempatkan di tengah,” jelasnya.

Selain Almay, empat pegolf Indonesia lainnya berhasil lolos ke putaran akhir pekan. Danny Masrin menjadi pemain pertama yang memastikan lolos cut setelah kemarin mengumpulkan skor 4-under 140. Dengan batas cut-off pada 1-under, pagi ini Adrian Halimi dan George Gandranata sama-sama menyusul Danny dan Almay setelah kemarin bermain dengan total skor 142. Adapun Jordan Surya Irawan menjadi pegolf terakhir yang lolos cut setelah tadi bermain 1-under 71 dan mencatatkan total skor 141.

Dalam lima penyelenggaraan terakhir Indonesia Open, prestasi amatir terbaik dibukukan oleh Fadhli Rahman Soetarso pada edisi 2013, ketika turnamen ini kembali menjadi agenda Asian Tour. Kala itu ajang tertua di Indonesia ini dimainkan di Damai Indah Golf Pantai Indah Kapuk. Fadhli mencatatkan skor 69-73-73-68 selama empat hari.

Adapun prestasi terbaik pegolf Indonesia sejak Kasiadi menjuarai ajang ini pada 1989 terjadi pada 2011 silam ketika Rory Hie berhasil mencapai posisi T2. Saat itu Rory bermain 12-under 276 dan nyaris memaksakan play-off dengan Thaworn Wiratchant, yang akhirnya keluar sebagai juara dengan skor 275.