Satu pegolf amatir Indonesia berhasil menunjukkan performa yang menonjol di Royale Jakarta Golf Club pekan ini. M. Rifqi Alam Ramadhan untuk sementara memimpin rekan-rekan amatirnya dengan mencatatkan skor even par 72. Meski untuk sementara ia berada di peringkat T67, catatan ini merupakan sesuatu yang patut dipuji mengingat status Bank BNI Indonesian Masters presented by Bank BTN, PT Lautan Luas Tbk, and Bank Mandiri sebagai turnamen terberat bagi para pegolf Indonesia.

Pada tahun-tahun awal penyelenggaraannya, jumlah pegolf profesional Indonesia yang sukses bermain selama empat putaran juga selalu bisa dihitung dengan jari sebelah tangan. Apalagi bagi pegolf amatir.

Sebelumnya, panitia sempat mengadakan Liga Amatir untuk memberi kesempatan bagi para pegolf amatir untuk bertanding pada turnamen ini. Konsepnya, dari sejumlah turnamen amatir yang dimainkan, pegolf amatir terbaik akan mendapat tempat untuk bermain bersama para pegolf profesional. Namun, Liga Amatir ini akhirnya tak lagi diselenggarakan lantaran level permainan yang terlampau jauh. Akibatnya, spot bagi pegolf amatir diberikan kepada para atlet amatir terbaik.

Tahun 2016, untuk pertama kalinya jumlah pegolf Indonesia yang lolos cut bertambah banyak. Rory Hie, Danny Masrin, Kurni Herisiandy, dan Nasin Surachman menikmati empat putaran penuh. Namun, belum ada pemain amatir yang melakukan hal serupa.

 

Skor 4-under 68 yang dibukukan Naraajie Emerald Ramadhan Putra pada putaran kedua tahun 2017 menjadi skor terendah yang pernah dibukukan pegolf amatir pada ajang Indonesian Masters.

 

Barulah pada edisi 2017 lalu Naraajie Emerald Ramadhan Putra mencatatkan sejarah dengan menjadi pegolf amatir pertama yang menembus putaran final. Skor 4-under 68 yang ia bukukan pada putaran kedua membawanya melaju setelah mengumpulkan skor total 2-under 142. Ia akhirnya finis di peringkat T69 setelah bermain 3-over 291.

Adapun kala itu enam pegolf profesional Indonesia juga menikmati hal serupa. George Gandranata menjadi yang terbaik, sekaligus mendapatkan spot bermain pada Panasonic Open Golf Championship sebagai manfaat status turnamen yang menjadi bagian dari Panasonic Swing. Rory Hie, Joshua Andrew Wirawan, Kurnia Herisiandy, Rinaldi Adiyandono, dan Ramadhan Alwie mengikuti keberhasilan tersebut dan menjadikan edisi 2017 sebagai edisi tersukses bagi Indonesia.

Pekan ini, enam pegolf amatir Indonesia ikut berkompetisi dan berusaha untuk memperbaiki catatan yang dibukukan Naraajie pada tahun lalu. Namun, ketika Naraajie harus bermain dengan skor 76 pada putaran pertamanya, nama M. Rifqi Alam Ramadhan justru melambung di posisi terbaik di antara keenam pegolf amatir yang turun.

Pegolf yang akrab disapa Alam ini menikmati permainan terbaiknya selama mengikuti turnamen ini dengan membukukan empat birdie dan empat bogey. Ini merupakan keikutsertaan yang kedua baginya setelah pada 2016 ia juga ikut bermain. Kala itu dua skor 76 membuatnya harus puas hanya bermain dua putaran.

 

M. Rifqi Alam Ramadhan (kanan) menciptakan kemitraan yang solid dengan Putri Aisyah Amani untuk mencatatkan skor terbaiknya sepanjang bermain pada Indonesian Masters. Foto: Golfin’STYLE.

 

Skor even par 72 yang ia bukukan kemarin (13menempatkannya di posisi 67 bersama 23 pegolf profesional lain, termasuk di antaranya pegolf profesional Indonesia, juara Indonesian Golf Tour Seri III 2015 Rudi Anto.

Pekan ini Alam ditemani oleh salah satu atlet golf putri Indonesia, Putri Aisyah Amani, sebagai kedinya. Ia tidak segan memuji peran Putri yang membantunya mencatatkan skor terbaik di Royale Jakarta Golf Club.

“Dia mengoreksi saya di hole 2 dan 3. Di kedua hole tersebut saya melakukan tiga putt (yang berbuah bogey). Di kedua hole tersebut putting saya terlalu disentak sehingga putt pertamanya kelewat jauh dan menyulitkan untuk mendapat par. Sejak dia mengingatkan, saya jadi ingat kata ‘soft’ sebelum putting di hole-hole berikutnya,” jelas Alam.

Ia meraih birdie pertamanya di hole 8 dan menutup sembilan hole pertama dengan 1-over. Meski sempat mendapat bogey di hole 12, ia mencatatkan tiga birdie berturut-turut di hole 14, 15, dan 16.

“Semua pukulan saya bagus. Ada tiga birdie yang saya dapatkan dari jarak antara 4-6 meter,” tuturnya lagi.

 

Meski bermain dengan skor 75, Almay Rayhan Yagutah menunjukkan perkembangan yang sangat positif dalam permainannya. Dalam debutnya pada turnamen ini, ia mengawali putaran pertama dengan skor 81. Foto: Golfin’STYLE.

 

Ia menyebut birdie yang ia bukukan di hole 16 sebagai salah satu sorotan permainannya pada hari pertama kemarin.

“Di hole 16 tee off saya masuk bunker dan dari bunker saya tidak bisa langsung menyerang ke pin karena posisi bola berada di ujung bunker. Tapi di hole itu saya bisa mendapat birdie setelah memasukkan bola dari jarak sekitar 50 meter.”

Skor even par 72 memang belum menjamin bahwa ia bisa menembus akhir pekan. Masih ada 18 hole lagi yang harus ia mainkan dan kita patut berharap kombinasinya dengan Putri bisa membantunya bermain lebih baik pada hari ini (14/12).

Selain Alam dan Naraajie, Almay Rayhan Yagutah, Kentaro Nanayama, dan Kevin Caesario Akbar juga telah menuntaskan putaran pertama mereka. Kemarin Almay bermain dengan skor 75 lantaran hanya mendapat satu birdie dengan empat bogey. Bagi Almay, skor 75 ini memang mengecewakan, namun ini merupakan skor terbaik yang ia bukukan pada ajang ini. Dalam partisipasi pertamanya tahun 2015, ia justru bermain 81-80 dan gagal melaju ke putaran akhir pekan.

Sementara Kentaro bermain satu stroke lebih baik, 2-over 74 berkat dua birdie dan empat bogey. Skor 74 ini sekaligus mengulangi permainannya ketika mengikuti ajang ini tahun lalu.

Kevin juga mencatatkan hasil serupa dengan Kentaro, juga dengan kombinasi birdie dan bogey yang sama.

Satu pegolf amatir lainnya, yang sekaligus menjadi pegolf paling senior, Jubilant Harmidy, mencatatkan satu stroke lebih baik daripada Naraajie. Ia menorehkan skor 5-over 77 setelah bermain dengan dua birdie, tiga bogey, dan dua double bogey.

Leave a comment