Pegolf asal Jawa Barat, Akmin, akhirnya berhasil menjadi juara The 14th Credit Suisse Amateur Match Play Championship di Gunung Geulis Country Club (13/10). Pegolf berusia 32 tahun tersebut berhasil mengalahkan sang juara bertahan yang juga atlet DKI Jakarta, Cahyo Adhitomo. Duel di antara keduanya berlangsung seru dan membutuhkan 38 hole untuk memastikan pemenangnya.

Akmin sempat berpeluang untuk menuntaskan perlawanan Cahyo di hole ke-36. Sayangnya, ia justru mendapat bogey di hole tersebut. Sebelumnya, ia bahkan sempat unggul 2-up sampai akhirnya Cahyo berhasil menyamakan kedudukan di hole 36.

Pertandingan pun terus berlanjut. Di hole 37, Akmin nyaris memberikan kemenangan kepada sang juara bertahan. Ia membutuhkan tiga pukulan untuk mencapai green. Namun, dengan Cahyo yang harus melakukan dua putt, Akmin masih sanggup melakukan putt untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke hole ke-38.

Kali ini Akmin, yang bermain dengan kondisi kaki kanan yang mulai kram, berhasil melakukan dua pukulan mencapai ke green. Sementara pukulan kedua Cahyo malah membuat bola masuk ke bunker. Di hole inilah Akmin akhirnya berhasil memastikan kemenangannya dengan meraih birdie.

”Alhamdullilah, saya bisa juara. Target saya sebenarnya masuk semifinal,” ujar Akmin. ”Mungkin saya tadi main tanpa beban, bermain sabar.”

Ia mengaku ketika memasuki hole ke-38, kakinya sudah mulai kram dan sudah kelelahan. ”Saya sudah tak melihat break apapun. Tapi kedi memberi semangat sehingga saya bisa kembali tenang.”

Gelar ini merupakan gelar match play yang pertama yang diperoleh Akmin. Lebih istimewa lagi, ini merupakan pertama kalinya ia mengikuti Credit Suisse Amateur Match Play Championship ini.

Menghadapi Cahyo, Akmin memuji penampilan pegolf berusia 24 tahun tersebut. Ia menyebut Cahyo sebagai pemain yang punya mental kuat. ”Bobby (Cahyo) juga bermain bagus, cuma hari ini kurang beruntung,” imbuhnya.

Gagal menjadi pemain amatir pertama yang menjuarai Credit Suisse Amateur Match Play Championship jelas mengecewakan. Meski demikian, ia mengakui kalau ini merupakan pertandingan final yang berat baginya.

”Akmin tipe pegolf yang sabar dan ulet. Ketika tertingga 2-down saya hanya berpikir untuk bermain nothing to lose saja. Saat bisa membuat poin all square di hole 36, saya sudah bersemangat lagi,” jelas pegolf yang akrab disapa Bobby ini.

”Sayang di hole 38 posisi bola tee off saya mengarah terlalu kiri. Saya sudah berupaya untuk mengambil poin di hole ini, namun pukulan Akmin lebih sedikit sehingga bisa menang.”

Sejauh ini Cahyo merupakan satu dari hanya dua pegolf yang bisa memenangkan kejuaraan match play ini sebanyak dua kali. Ia memenangkannya pada 2013 dan 2015. Satu pegolf lagi yang dua kali mencicipi gelar juara ialah pegolf asal Korea Selatan Koo Jae-young.

Tahun ini kejuaraan ini telah resmi mendapatkan poin ranking amatir dunia berdasarkan World Amateur Golf Ranking. Gengsi ini tentu mengangkat pamor satu-satunya kejuaraan nasional yang dimainkan dengan format match play ini. Kredit khusus juga diberikan kepada Credit Suisse yang selama 14 tahun tak pernah putus mensponsori kejuaraan ini.