Per 3 Agustus lalu Nike Golf mengumumkan bahwa mereka tak lagi memproduksi club, bola golf, dan tas golf. Akankah ini berarti akhir dari Nike Golf?

Pengumuman itu disampaikan kepada publik melalui situs resmi mereka. Keputusan ini memang akan membuat nama Nike Golf hilang dari pasar club, bola golf, dan tas golf. Meski demikian, merek Nike Golf masih akan terus berkibar dengan fokus yang lebih diarahkan untuk memperkuat sektor yang selama ini menjadi kekuatan mereka, yaitu sepatu dan aparel.

”Kami berkomitmen untuk menjadi pemimpin yang tak tergoyahkan dari sepatu dan aparel golf,” ujar Trevor Edwards, Presiden Nike Brand. ”Kami akan mencapai hal ini dengan melakukan investasi dalam hal inovasi performa bagi para atlet dan memberikan pertumbuhan keuntungan yang berkelanjutan bagi Nike Golf.”

”Para atlet, seperti Tiger (Woods), Rory (McIlroy), dan Michelle (Wie) telah memberikan energi yang luar biasa untuk olahraga ini dan menginspirasi para konsumen di seluruh dunia,” ujar Presiden Nike Golf Daric Ashford. ”Selama setahun terakhir, MM Fly Blade Polo, Flyknit Chukka, dan Air Zoom 90 memiliki kaitan yang sangat kuat dengan para pegolf. Kami akan terus membakar semangat serupa bersama para atlet kami dan memberikan yang terbaik dari Nike untuk olahraga ini.”

Keputusan ini praktis mengakhiri investasi panjang yang sudah dilakukan Nike Golf sejak era 1990-an. Kehadiran Tiger Woods yang fenomenal mendorong Nike memberikan investasi besar untuk melakukan riset dan pengembangan club golf.

Investasi terbesar Nike Golf lainnya ialah ketika mereka merekrut Rory McIlroy, yang dikabarkan mencapai angka US$100 juta untuk masa lima tahun pada 2013 lalu.

Dikutip dari CNN Money, Nike Golf hanya mengumpulkan sebesar US$706 juta pada akhir tahun fiskal yang lalu. Angka ini jauh lebih rendah ketimbang yang dihasilkan oleh sektor olahraga lari mereka, yang dilaporkan meraup hingga US$5 milyar, di mana US$2,7 juta dihasilkan dari penjualan merek Jordan mereka.

Keputusan Nike ini jelas akan menimbulkan pertanyaan seputar club apa yang akan digunakan oleh Tiger Woods, Rory McIlroy, atau Michelle Wie? Sementara itu di Asia sendiri beberapa pemain papan atas, seperti Li Hao-tong dan Miguel Tabuena juga merupakan atlet Nike Golf.

Nike bukan satu-satunya perusahaan yang mengalami beban finansial di industri golf. Dalam setahun terakhir, adidas sudah dikabarkan akan melepas divisi golf mereka dan menjual merek TaylorMade. Meski sampai saat ini masih belum ada kepastian lebih lanjut, para penggemar merek ini diperkirakan masih akan mendapati merek TaylorMade pada masa mendatang. Konon salah satu klausul bagi pembeli merek tersebut ialah merek TaylorMade tidak boleh diganti dengan nama lain.