Rory McIlroy segera melakoni debutnya pada ajang THE CJ CUP @ SHADOW CREEK. Lalu akan seperti apa penampilan perdana pada ajang yang seyogianya dimainkan di Pulau Jeju ini?

Pemegang dua gelar FedExCup Rory McIlroy menjadi salah satu pemain debutan ketika THE CJ CUP @ SHADOW CREEK dimulai pada hari ini, waktu AS. Berbekal modal baru sebagai seorang ayah, ia berniat untuk tampil maksimal dan meraih kemenangan pertamanya pada tahun ini.

Memang bukan hal yang mudah, mengingat masih banyak pemain top dunia lain yang berlaga pada turnamen yang menyediakan hadiah sebesar US$9,75 juta ini. Selain McIlroy, masih ada Justin Thomas yang merupakan juara bertahan, Brooks Koepka yang memenangkan ajang ini pada 2018, Juara FedExCup 2017 Justin Rose, Rickie Fowler, Im Sungjae, An Byeonghun, dan Collin Morikawa. Ada 25 pegolf dari 30 besar klasemen akhir FedExCup musim lalu yang juga ikut bersaing. Selain itu, total ada 37 pegolf dari 50 besar dunia yang akan berusaha meraih kemenangan di Shadow Creek pekan ini.

Jika Anda merasa perannya sebagai ayah takkan menjadi pemicu prestasi, mungkin Anda perlu memikirkannya lagi. Pasalnya, sejak kelahiran Poppy, putrinya, pada bulan Agustus lalu, McIlroy sudah dua kali finis di sepuluh besar pada dua ajang prestisius. Pertama ia lakukan pada TOUR Championship, dan yang kedua pada ajang U.S. Open, keduanya ia akhiri dengan finis T8. Selepas jeda tiga pekan, pemegang 18 gelar PGA TOUR ini siap untuk menjadi salah satu penantang pada pekan ini.

”Saya mengikuti dua turnamen sejak menjadi ayah dan dalam dua kesempatan itu saya bisa main bagus, dua kali masuk sepuluh besar.” — Rory McIlroy.

”Saya sudah menonton turnamen di Jeju dalam beberapa tahun terakhir dan kelihatannya (ajang ini) sangat bagus, lapangannya juga terlihat mengagumkan. Saya senang bisa berada di sini. Ini pertama kalinya saya berada di Shadow Creek dan mungkin mereka yang bermain ke sini sebelumnya juga melayangkan pujian yang serupa. Ini tempat yang keren, lapangannya juga bagus. Saya tak keberatan kalau kami mengikuti ajang PGA TOUR tiap tahun di sini. Setelah jeda tiga minggu, saya bersemangat untuk kembali berkompetisi. Ini tempat yang mengagumkan dan semoga saya bisa bermain dengan baik,” ujar McIlroy.

Sebagai seorang ayah, McIlroy kini punya rutinitas baru. Ia kini juga rajin mengganti popok sang bayi.

”Saya mengikuti dua turnamen sejak menjadi ayah dan dalam dua kesempatan itu saya bisa main bagus, dua kali masuk sepuluh besar,” ujar McIlroy yang terakhir meraih kemenangan pada World Golf Championships-HSBC Champions di China, bulan November 2019.

”Rasanya saya punya peluang ketika memainkan putaran final pada U.S. Open waktu itu, tapi tetap saja saya menikmati dua pekan yang positif dan rasanya permainan saya juga berada pada jalur yang tepat. Saya pikir memiliki seorang putri takkan mengubah cara bermain saya. Mungkin penampilan saya akan berubah ketika mengalami hari yang buruk dan saya tahu saya bisa pulang dan menjumpai keluarga dan saya bisa tersenyum, tapi saya pikir fakta ini takkan membuat saya memainkan sebuah turnamen secara berbeda, baik memiliki putri atau tidak.”

”… dengan 24 kali masuk sepuluh besar dalam 30 turnamen, konsistensi dalam permainan jelas menjadi sesuatu yang saya cari.” — Justin Rose.

Seperti halnya McIlroy, Justin Rose juga akan melakoni debutnya pada THE CJ CUP @ SHADOW CREEK ini. Juara Indonesian Masters 2017 ini tengah berupaya untuk mengembalikan konsistensi permainannya, yang sempat membantunya menjuarai FedExCup 2017 dan mencapai status No.1 Dunia. Tahun ini ia hanya bermain dalam 15 turnamen di seluruh dunia dengan tiga kali finis di sepuluh besar dan gagal lolos cut dalam 8 turnamen.

”Saya bersemangat untuk bertanding. Sebenarnya saya berharap melakukan perjalanan dan melihat Pulau Jeju, tapi saya cukup semangat untuk bermain di Shadow Creek. Saya belum pernah bermain di sini dan merasa kagum dengan lapangan ini, saya pikir lapangan ini luar biasa fantastis. Mengingat performa saya yang kurang meyakinkan pada FedExCup, senang rasanya bisa mendapat spot bertanding dari CJ untuk turnamen ini. Saya bersyukur bisa ada di sini dan bersemangat untuk bertanding pekan ini,” ujar pemenang medali emas Olimpiade ini.

”Saya pikir konsistensilah yang membantu saya menjadi No.1 Dunia. Entahlah, tapi dengan 24 kali masuk sepuluh besar dalam 30 turnamen, konsistensi dalam permainan jelas menjadi sesuatu yang saya cari. Saat ini saya pikir sekilas saya merasakan konsistensi itu. Saya melihat beberapa momen di driving range di mana performa saya sangat, sangat bagus, tapi dari hari ke hari tidak cukup konsisten. Saya berusaha memeriksa apa yang salah, yang jelas saya tak sepenuhnya yakin akan cara tercepat mengatasinya.”

Rickie Fowler juga telah siap menjalani debutnya pada turnamen pekan ini. Sejauh ini ia menikmati suguhan makanan yang disediakan oleh para sponsor. ”Saya mendapat kotak makan siang Korea tiap hari dan sejauh ini saya senang menerimanya. Saya orang yang memang suka makanan, saya suka punya banyak pilihan dan tidak tiap minggu kami mendapat opsi makanan Korea untuk makan siang,” tuturnya. ”Saya tak sabar untuk bertanding pekan ini. CJ sendiri sudah begitu baik buat saya. Saya tak sabar untuk bisa main bagus dan menggunakan rangkaian turnamen ini untuk menuju Augusta (Masters Tournament pada bulan November) dan memastikan kami siap bertanding.”