An Byeonghun berniat memanfaatkan The American Express yang dimulai Kamis (21/1) ini sebagai ajang pembuktian swing yang ia latih bersama pelatih barunya.

Berada dalam keadaan yang segar, terutama setelah mulai berlatih dengan pelatih swing barunya, bintang golf asal Korea An Byeonghun menegaskan kesiapannya bertanding pada The American Express, Kamis (21/1) hari ini. Bintang Tim Internasional Presidents Cup ini memang bersemangat untuk menguji swing baru yang ia latih bersama Sean Foley di PGA West (Stadium) di La Quinta, California.

Perjuangannya pekan ini pun menjadi lebih menarik. Tak hanya ia harus membuktikan ketangguhan swing yang telah ia latih, tapi juga ia harus bersaing dengan bintang-bintang lain, seperti Patrick Cantlay (No.10 Dunia), Patrick Reed (11), Brooks Koepka (12), Matthew Wolff (15), rekan senegaranya Im Sungjae (18), Tony Finau (22), dan Juara Sony Open in Hawaii pekan lalu Kevin Na (23). Belum termasuk tuan rumah turnamen ini, Phil Mickelson.

”Saya punya enam pekan jeda yang produktif. Saya berlatih dengan pelatih baru dan ada banyak hal yang kami latih. Sekarang saya sudah siap. Saya tak sabar bisa bermain dalam beberapa pekan ke depan,” ujar pegolf berusia 29 tahun ini.

”Latihan (dengan Foley) berjalan dengan baik. Kami berlatih keras. Saya bisa memahami sebagian besar hal terkait swing dan karena sekarang ada di sini, saya akan berusaha untuk main lebih bebas dan tak terlalu memikirkan swing. Kami sudah banyak berlatih dan sekarang saatnya untuk bertanding.”

Namun, seperti halnya kebanyakan orang, An sendiri mengaku bahwa tahun 2020 lalu memiliki manis-getirnya sendiri. Setelah menorehkan finis terbaiknya pada klasemen akhir FedExCup, dengan berada di tempat ke-33 pada musim 2019-2020, berkat lima kali finis sepuluh besar dan empat kali finis di 25 besar, konsistensi permainannya menjadi anjlok sepanjang musim gugur pada musim 2020-2021. Dari tujuh turnamen, ia harus gagal lima kali gagal lolos cut.

”Kami mengubah beberapa hal kecil, bukan hal besar, seperti clubface, sudut di sana dan sini dan melatih set-up yang lebih baik. Ia membantu saya untuk sedikit lebih memahami swing.”

”Tahun 2020 merupakan tahun yang cukup berat. Meskipun masih menjadi tahun yang baik, namun saya gagal memenuhi target bermain pada TOUR Championship dan hal ini cukup mengecewakan. Semoga tahun ini saya bisa memenuhi target ini,” tuturnya.

Mantan juara U.S. Amateur ini merasa ia makin dekat memenuhi impian mengangkat trofi kemenangan PGA TOUR pertamanya. Sejauh ini ia telah tiga kali finis di tempat kedua. Dan ia berharap keputusannya untuk beralih kepada Foley bisa membantunya mewujudkan hal tersebut. ”Jelas targetnya ialah bisa main pada TOUR Championship dan berusaha meraih kemenangan PGA TOUR pertama. Saya selalu berusaha bermain seterbaik mungkin tiap pekan dan semoga saya bisa mendapat gelar pertama itu,” ujar An, yang sebelumnya berlatih dengan David Leadbetter.

Salah satu perubahan swing yang menjadi fokusnya ialah meminimalisasi perubahan sudut pergelangan tangannya dari puncak backswing hingga finish, yang akan mengurangi rotasi clubface. Meski beralih kepada Foley untuk urusan swing, An berniat untuk tetap berlatih putting dengan pelatihnya saat ini, Brad Faxon untuk meningkatkan rasio konversinya dengan putter.

”Rasanya pukulan saya menjadi jauh lebih baik dan saya selalu berusaha untuk menjadi lebih baik. Jalan kami masih panjang,” ujarnya. ”Saya senang dengan posisi kami saat ini dan cukup bersemangat dengan apa kami hadapi. Kami mengubah beberapa hal kecil, bukan hal besar, seperti clubface, sudut di sana dan sini dan melatih set-up yang lebih baik. Ia membantu saya untuk sedikit lebih memahami swing.”

Dalam satu-satunya penampilannya pada The American Express tahun lalu, An harus gagal lolos cut. Kali ini ia ingin menebus pengalaman serupa pada ajang yang sejak 1960 ini telah menghasilkan lebih dari US$60 juta unutk beragam organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk mendukung masyarakat di Coachella Valley. Belum lama ini, Mickelson Foundation mendistribusikan US$1 juta kepada organisasi nirlaba setempat dari ajang tahun 2020.

”Tahun lalu formatnya pro-am dan tahun ini menjadi seperti ajang PGA TOUR reguler (akibat perubahan dari pandemi COVID-19). Saya yakin set-up lapangan akan sedikit lebih sulit, tapi kali ini saya kira tak ada rough dan green-nya sedikit lebih keras daripada tahun lalu. Saya pikir ajang ini akan menjadi ujian yang bagus khususnya untuk long game,” tandasnya.