Delapan seri pada Indonesian Golf Tour, tiga turnamen Asian Development Tour, dan dua turnamen Asian Tour. Seperti itulah jadwal agenda pertandingan bagi para pegolf profesional di Indonesia. Setelah ajang Nasional Terbuka pada bulan Juli 2018, pekan ini Bank BNI Indonesian Masters presented by Bank BTN, PT Lautan Luas Tbk, and Bank Mandiri tak hanya menjadi ajang Asian Tour terakhir di Indonesia tahun ini, tapi juga menjadi kesempatan terakhir untuk membuktikan diri di hadapan para penggemar golf di negeri sendiri.

Bagi Elki Kow, turnamen yang akan mulai bergulir besok (13/12) juga akan menjadi ujian pamungkas bagi perjalanan karier profesionalnya pada tahun ini. Ia sendiri memiliki peluang untuk menghadirkan kejutan, mengingat performanya pada beberapa turnamen sebelumnya menunjukkan hasil yang cukup meyakinkan.

Tahun 2018 ini merupakan tahun kedua dalam status profesional baginya dan sejauh ini ia menjadi salah satu pemain yang cukup konsisten di sirkuit lokal. Dari delapan seri Indonesian Golf Tour, ia hanya sekali finis di luar sepuluh besar, yaitu ketika finis di peringkat T13 pada Seri IV. Ia juga finis di sepuluh besar pada enam turnamen.

 

“Turnamen ini menjadi kesempatan saya untuk menunjukkan kemampuan karena ini merupakan turnamen terbesar di Indonesia.” – Elki Kow

 

Elki juga mengulangi prestasi yang ia lakukan pada musim 2017 lalu. Kala itu ia meraih gelar perdananya pada Seri VII. Hal itu pulalah yang ia lakukan tahun ini ketika berhasil mengungguli Rinaldi Adiyandono dan menjuarai Seri VII dengan 6-under 210. Ia bahkan nyaris kembali menang pada Seri Grand Final, namun harus mengakui keunggulan Danny Masrin dan finis di tempat kedua.

“Tidak ada persiapan khusus untuk mental, tapi saya sudah mengikuti turnamen dua minggu lalu dan kompetisi itu membantu saya untuk mendapatkan nuansa turnamen. Jadi, persiapan mental dilakukan dengan membiasakan diri dalam kondisi turnamen,” tutur Elki.

Ia juga menyebut bahwa dirinya tidak melakukan perubahan secara teknik dan berencana untuk memainkan dua putaran awal dengan rencana permainan yang sama. Sejauh ini, Elki menjadi salah satu pegolf Indonesia yang beberapa kali bertanding ke luar negeri untuk kompetisi level Asian Development Tour. Ia meraih hasil terbaiknya pada PGM Labuan Championship pada bulan Agustus 2018 lalu. Tapi skor terbaik yang ia torehkan pada Tour batu loncatan itu ialah ketika finis di peringkat T8 dengan skor total 4-under 284, yaitu ketika bermain pada PGM MIRI Championship bulan September 2018.

 

Elki Kow nyaris meraih gelar Indonesian Golf Tour keduanya musim 2018 pada Seri Grand Final. Performanya tahun 2018 ini berada di antara pemain yang paling konsisten. Ia hanya sekali finis di luar sepuluh besar pada tahun ini. Foto: Yulius Martinus/Indonesian Golf Tour.

 

Penjadwalan Bank BNI Indonesian Masters presented by Bank BTN, PT Lautan Luas Tbk, and Bank Mandiri memang seolah dirancang untuk menciptakan antiklimaks, tidak hanya bagi golf dunia, tetapi juga bagi golf di Indonesia. Setelah sepanjang tahun para pegolf Indonesia digembleng dalam kompetisi Indonesian Golf Tour, dengan perantara berupa ajang Asian Development Tour dan ajang Asian Tour lain di Indonesia, turnamen pekan ini pun menjadi ujian pamungkas bagi karier profesional para pegolf, seperti Elki.

“Turnamen ini menjadi kesempatan saya untuk menunjukkan kemampuan karena ini merupakan turnamen terbesar di Indonesia,” ujar Elki lagi. “Ini memang merupakan keikutsertaan kedua bagi saya, tapi turnamen ini selalu menjadi kesempatan untuk membanggakan Indonesia, juga agar golf Indonesia lebih dipandang semua orang.”

Komentar Elki itu memang tepat. Kehadiran para bintang dunia, sepert pegolf No.2 dunia, yang juga merupakan juara bertahan Justin Rose, juara The Open 2016 Henrik Stenson, Shubhankar Sharma yang baru saja memastikan posisinya sebagai pegolf No.1 Asian Tour, serta juara edisi 2014 Anirban Lahiri, dan fakta bahwa ajang ini menjadi turnamen terakhir yang masuk hitungan dalam kalender golf dunia menurut Official World Golf Ranking, jelas fokus golf dunia akan diarahkan ke Royale Jakarta Golf Club.

Leave a comment