HSBC Women’s World Championship yang dipandang sebagai ajang Major golf di Asia akan dimulai besok (1/3) di Sentosa Golf Club New Tanjong Course. Status Major tersebut rasanya memang pantas diberikan mengingat para pegolf wanita terbaik dunia berkumpul di Singapura untuk ajang LPGA Tour keempat pada musim 2018 ini.

Mantan pegolf nomor satu dunia asal Korea Selatan Park Inbee juga akan berusaha mempertahankan gelar yang ia menangkan di Singapura tahun lalu ketika turnamen ini masih bernama HSBC Women’s Champions.

Kembalinya pegolf berusia 29 tahun ini sekaligus menandakan partisipasinya kembali pada ajang LPGA Tour setelah sempat kembali ke Korea dan memainkan sejumlah turnamen di sana. Ia juga ikut berpartisipasi sebagai pembawa obor pada Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.

”Pengalaman membawa obor Olimpiade itu sangat menggetarkan.Pengalaman ini mirip dengan golf, tapi juga berbeda karena Anda harus terus berlari. Tapi pada saat yang sama, ada banyak orang yang menyaksikan Anda dan Anda seperti menjadi pusat perhatian. Saya lebih merasakan tekanan ketimbang saat bermain golf. Jaraknya mungkin sekitar 60, 70 yard, tapi saya takut kalau saya bakal jatuh atau melakukan hal yang tak seharusnya saya lakukan,” ujar Inbee mengenai pegalamannya tersebut. ”(Tapi) pengalaman itu benar-benar suatu kehormatan besar buat saya.”

Meskipun ajang LPGA Tour terakhir yang ia mainkan ialah Ricoh Women’s British Open 2017, Inbee mengaku memainkan sejumlah turnamen di Korea.

”Singapura selalu memberi hal yang baik buat saya sejauh ini. Saya sudah mendapatkan hasil yang sangat bagus di sini,” ujar Inbee yang menjuarai turnamen ini tahun lalu dengan total skor 19-under 269. ”Senang bisa kembali ke Singapura untuk mengikuti ajang (LPGA) pertama saya tahun ini. Lapangan ini benar-benar diperbarui ketimbang tahun lalu, tapi kondisinya sungguh luar biasa.”

Inbee sengaja hadir beberapa hari lebih awal ”untuk mempersiapkan diri menghadapi cuaca dan kondisi (lapangan). Jadi, saya merasa siap untuk bermain,” ujar peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 ini.

Selain melihat kondisi lapangan yang sudah berbeda ketimbang tahun lalu, Inbee juga turut hadir pada hari terakhir gelaran perdana Women’s Amateur Asia-Pacific.

”Pekan lalu saya ada di sini dan bisa menyaksikan permainan beberapa pegolf junior yang main di Sentosa Golf Club ini. Gadis Thai yang menjuarai kejuaraan tersebut, saya melihatnya beberapa kali di TV dan sempat bertemu dia. Dia punya swing yang bagus dan tempo yang juga bagus. Saya pikir bisa bermain dalam beberapa ajang Major dan bersaing pekan ini bakal banyak membantu (permainannya),” ujar Inbee lagi.

Absen dari sejumlah ajang LPGA Tour, termasuk tiga turnamen pertama musim 2018, Inbee mengaku tahun ini target besarnya lebih untnuk menikmati kehidupannya sebagai pegolf profesional.

”Saya sudah meraih banyak gelar, tapi ketika saya memulai turnamen yang baru,  saat saya memulai putaran saya, saya merasa (semua pencapaian) itu tidak ada dan saya mesti memulai dari awal lagi,” ujarnya.

Jelas upaya Inbee tidak bakal mudah. Meskipun ia tentu akan memainkan permainan terbaiknya, para pegolf terbaik dunia lainnya akan melakukan hal serupa. Para pegolf yang berada di sepuluh besar pada Rolex Rankings juga akan melakukan hal serupa.

Pegolf nomor satu dunia asal China Feng Shanshan mengaku sudah mempersiapkan segalanya untuk bersaing pada pekan ini.

”Kami selalu tahu kalau Singapura cenderung panas, jadi saya berusaha untuk menyimpan energi saya untuk akhir pekan,”ujar Feng yang bermain 18 hole pada Pro-Am tadi. ”Kami main di Tanjong Course tahun lalu dan itulah pertama kalinya kami memainkannya dan saya sangat menyukai desainnya. Green-nya membutuhkan pukulan iron yang mesti sangat akurat, yang saya kira adalah kekuatan saya. Saya pikir saya suka lapangan ini dan rasanya lapangan ini akan cocok dengan permainan saya.”

Feng yang menyebut dirinya lambat panas, mengaku tahun ini ia sudah jauh lebih siap untuk tancap gas. ”Ini merupakan turnamen ketiga saya tahun ini dan saya sudah dua kali finis di lima besar dalam dua turnamen pertama yang saya ikuti. Jadi, saya sangat bersemangat untuk main lagi di sini,” ujar Feng yang berhasrat untuk bisa membukukan hole-in-one dalam sebuah turnamen, mengingat selama ini ia melakukannya justru pada Pro-Am.

Seperti halnya Feng, Ryu Soyeon yang kini berstatus nomor empat dunia menilai lapangan kali ini lebih baik ketimbang tahun lalu.

”Tahun lalu sudah bagus, tapi kali ini lebih bagus lagi. Saya pikir green-nya lebih licin daripada tahun lalu, jadi saya tak sabar untuk bisa bermain dalam empat hari ke depan,” ujarnya.

Ryu memainkan turnamen pertamanya di Bahamas. ”Saat main di sana saya merasa tak siap untuk bermain (Ryu hanya berlatih tak sampai tiga pekan sebelum ajang tersebut), tapi ternyata saya bisa bermain, bahkan lebih baik daripada yang saya bayangkan. Saya pikir hal itu memberi saya percaya diri yang tinggi. Lalu saya juga mengikuti Australian Women’s Open dan sangat menikmati lapangan di sana. Pelatih saya juga ada di sana untuk beberapa hari dan saya sangat menikmati persiapannya.”

Adapun pemenang Race to CME Globe musim lalu yang juga merupakan pegolf nomor dua dunia asal Amerika Lexi Thompson juga bakal turun dengan keyakinan yang lebih tinggi lagi.

”Tahun lalu merupakan tahun yang penuh pasang-surut buat saya, tapi ada banyak hal positif yang bisa saya pelajari. Tentu saja ada sedikit pergumulan dengan apa yang dialami ibu saya. Secara emosional (tahun lalu adalah tahun yang) berat buat saya. Tapi dia bebas kanker sekarang, jadi ada beban yang hilang dari kami. Saya lebih bahagia sekarang dan melihat hasil sebelumnya ketika memasuki tahun ini, saya merasa lebih kuat daripada sebelumnya sekarang,” tutur Lexi.

Selain nama-nama besar yang akan berusaha meraih kemenangan pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$1.500.000 ini, fokus juga akan diarahkan kepada pemenang Women’s Amateur Asia-Pacific pekan lalu asal Thailand, Atthaya Thitikul. Pegolf berusia 15 tahun ini membukukan 8-under 276 dan memenangkan gelar prestisius itu dengan dramatis. Atthaya akan bermain dengan Anna Nordqvist dan Chun Ingee.

Selain bintang-bintang LPGA Tour, pekan ini salah satu nama besar lain yang akan hadir ialah Nancy Lopez. Salah satu penghuni World Golf Hall of Fame ini akan hadir dengan status Tamu Kehormatan untuk merayakan peningkatan status turnamen ini menjadi Women’s World Championship.

Lopez mengemas 48 kemenangan LPGA, termasuk 3 Major. Ia juga menjadi pegolf pertama dalam sejarah yang bermain di bawah 70 dalam seluruh empat putaran pada US Women’s Open. Ia juga menjadi pemain kedua dalam sejarah LPGA yang melampaui total US$3 juta, sebelum akhirnya pensiun pada 2002.