Sorotan pada putaran pertama BNI Indonesian Masters presented by Zurich hari ini (6/10) tak hanya milik Gaganjeet Bhullar, Gunn Charoenkul, dan Masahiro Kawamura. Performa mengagumkan sempat ditampilkan oleh pendatang baru, Adrian Halimi.

Pegolf yang baru saja membela Banten pada cabang olahraga golf Pekan Olahraga Nasional XIX Jawa Barat pekan lalu ini mencatatkan 4-under di empat hole pertamanya. Bermain dari hole 10, Adrian tampaknya bakal menjadi pegolf Indonesia pertama yang memimpin klasemen ajang BNI Indonesian Masters presented by Zurich dengan torehan 5 birdie dan 1 bogey.

Sayangnya, di hole 1 ia mendapat double bogey lantaran tee off-nya masuk ke rough sisi kiri dan posisi bola yang sulit itu mengawali petaka double bogey ini. Adrian kembali mendapatkan double bogey setelah di hole 5 bolanya hilang.

”Hal-hal seperti itu terjadi di golf,” ujar Adrian. ”Kurang beruntung saja.”

Adrian mengakhiri putaran pertama hari ini dengan mendapat tiga bogey di tiga hole terakhirnya. Meski akhirnya harus puas dengan skor 3-over 75, Adrian masih bersifat positif.

”Tetap pada game plan, tetap fokus, tetap percaya bahwa besok masih bisa main bagus,” imbuh Adrian. ”Saya bukan long hitter. Makanya game plan saya hit fairways, hit greens. Akurasi dan short game yang harus dimaksimalkan.”

Permainan terbaik dari pegolf Indonesia ditunjukkan oleh Kurnia Herisiandy Santoso. Ia menjadi satu-satunya pegolf Indonesia yang berhasil bermain under hari ini. Pegolf asal Medan ini berada 5 stroke di belakang trio pimpinan klasemen—Gaganjeet Bhullar, Gunn Charoenkul, dan Masahiro Kawamura—setelah mencatatkan skor 1-under 71.

Penampilan Kurnia yang hari ini bermain bersama sesama pegolf asal Sumatra, Rudi Anto, dan pegolf Sri Lanka Anura Rohana, terbilang luar biasa, mengingat beban mental yang ia alami pasca-PON pekan lalu.

Kurnia mendapat momentum positifnya setelah mendapatkan dua birdie dalam tiga hole pertamanya. Sempat mendapat dua bogey di hole 10 dan 17, ia menutup putaran pertama hari ini (6/10) dengan birdie dan memastikan skor 1-under 71.

Adapun salah satu andalan Indonesia, George Gandranata yang kali ini bermain satu grup dengan pemukul jauh asal Kanada, Jamie Sadlsowski dan pegolf Bangladesh Siddikur Rahman harus berjuang keras untuk bermain even par.

George sempat bermain 1-under hingga hole 17. Sayangnya pada hole terakhir ia justu mendapat bogey dan harus puas dengan skor 72.

”Pukulan saya mulai ke kanan dan ke kiri lagi. Tapi masih ada besok,” ujarnya.

Danny Masrin juga mencatatkan skor yang sama hari ini setelah mendapatkan 4 birdie dan 4 bogey.

”Hari ini memang bagus sih, hanya saja ada beberapa kesalahan, misalnya di hole 18 dan hole 9,” tutur Danny. ”Bogey di dua par 5 itu nggak boleh kalau di sini.”

Sejumlah pegolf Indonesia masih berpeluang untuk melaju ke putaran akhir pekan. Dukungan para penggemar golf Indonesia juga masih dinantikan. Pastikan Anda memeriksa jadwal para pemain Indonesia melalui website resmi www.indonesianmasters.co.id atau www.asiantour.com.