Australian PGA Championship menjadi panggung kembalinya Adam Scott ke jajaran juara … setelah sekian lama.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Golf Australia, Adam Scott sempat mengemukakan bahwa ia menyimpan keyakinan bahwa dirinya masih bisa menjadi seorang pemain besar.

“Saya pikir saya masih bisa menampilkan permainan golf yang sangat baik. Saya masih bisa mememnangkan beberapa Major. Dalam tiga Major pertama tahun 2019 ini, saya ada di posisi yang bagus, hanya saja belum bisa menyelesaikannya dengan baik. Saya tak bermain dengan standard yang sama dengan Brooks Koepka,” ujarnya.

Demikian pun, ia juga sempat berpikir bahwa ia mungkin takkan pernah menang lagi. Sudah tiga tahun berlalu sejak ia memenangkan gelar terakhirnya pada bulan Maret 2016, WGC-Cadillac Championship, yang menjadi gelar PGA TOUR ke-13 dalam kariernya.

“Sungguh sulit untuk bisa menang. Saya berada pada usia yang sulit untuk mewujudkannya mengingat para pemain muda saat ini sangat tangguh,” ujarnya.

 

Tapi seiring dengan keraguan tersebut, Scott terbukti masih menjadi salah satu pegolf yang tampil konsisten. Salah satu buktinya terlihat dari kemampuannya untuk kembali terpilih sebagai anggota Tim Internasional Presidents Cup untuk kesembilan kalinya. Bukan sebagai pemain pilihan, namun ia membuktikan dirinya layak berada dalam tim dengan berada di posisi keempat di klasemen akhir Tim Internasional.

Meskipun ia kemudian belum berhasil mengulangi keberhasilan Tim Internasional meraih kemenenangan seperti yang terwujud pada 1998, ia malah menampilkan performa yang meyakinkan bermain pada Australian PGA Championship pekan ini. Memulai putaran final dengan keunggulan tipis satu stroke, Scott menampilkan drama yang sangat menarik pada hari terakhir di RACV Royal Pines Resort.

Persaingan dihadirkan oleh juara Indonesia Open 2010 asal Selandia Baru Michael Hendry. Meski Scott memulai hari terakhir dengan birdie di hole pertama, di hole 8 pukulannya malah mengantarkan bola masuk ke air dan menempatkannya kembali berbagi posisi teratas dengan Nick Flanagan, Wade Ormsby, dan Hendry.

Hendry sendiri menghadirkan persaingan yang luar biasa, mengingat ia tengah mengalami cedera rusuk. Ia bahkan sempat mengambil alih posisi teratas dengan birdie di hole 9 par 5. Ia bahkan sepertinya bakal melenggang meninggalkan pesaingnya dengan mengoleksi 12-under setelah birdie di hole 10. Namun, di hole 14, Scott kembali mendapatkan momentumnya dengan birdie, disusul eagle di hole berikutnya.

Hendry sebenarnya berpeluang untuk setidaknya memaksakan play-off kalau saja ia tidak mendapat bogey di hole 17 dan 18. Meskipun Scott terpaksa menutup turnamen ini dengan bogey di hole terakhir, skor 13-under 275 memberinya kemenangan dengan keunggulan dua stroke. Dan keraguan pegolf berusia 39 tahun ini untuk meraih gelar akhirnya terjawab persis tiga hari sebelum Natal.

Trofi Australian PGA Championship merupakan trofi kemenangan ke-30 dalam karier Adam Scott, sekaligus kemenangan yang kedua pada ajang ini sejak pertama memenangkannya tahun 2013. Foto: PGA of Australia/Daniel Carson.

“(Kemenangan ini) bakal menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi putri saya karena sepanjang tahun ini dia sudah meminta sebuah trofi, sesuatu yang belum bisa saya wujudkan,” ujarnya mengenai hadiah Natal istimewa ini. “Jadi, malam ini bakal sangat menyenangkan, dan saya akan melihat bagaimana ia gembira melihat trofi ini.”

Scott jelas membutuhkan kemenangan ini, bukan hanya karena ia sudah menunggu tiga tahun, tapi juga karena ia beberapa kali nyaris menang pada tahun ini. Dua kali ia meraih runner-up, yaitu pada ajang Farmers Insurance Open dan The Memorial Tournament presented by Nationwide. Sementara dua kali pula ia finis di posisi kelima pada FedExCup Playoffs, yaitu pada The Northern Trust dan T5 pada ajang pamungkas TOUR Championship. Selain itu, ia juga tiga kali finis di sepuluh besar, termasuk T9 pada PGA Championship.

Selain itu, gelar ini bakal menjadi modal berharga untuk bisa kembali meraih kemenangan pada ajang Major pertama tahun 2020, Masters Tournament.

“Kemenangan ini sangat besar dampaknya untuk percaya diri saya. Saya sudah melihat apa yang saya alami sebelumnya; sebuah kemenangang membuat Anda merasa takkan pernah kalah lagi, dan keberhasilan ini membuat Anda ingin melanjutkan kemenangan ketika rasa percaya diri Anda sedang tinggi.

“Memang perjalanan saya masih jauh, tapi senang rasanya bisa kembali diyakinkan dan mendapat keyakinan dari sebuah kemenangan,” tandas Scott.