Lima bulan usai beralih profesional, mantan pegolf top amatir Singapura Abdul Hadi berhasil meraih keanggotaan penuh pada PGA TOUR Series-China. Ia memastikan hal ini kemarin (22/2) usai mengalahkan pegolf Amerika Max McGreevy dua stroke pada Global Qualifying Tournament yang dilangsungkan di Dye Course, Foison Golf Club.

Usai cuaca yang membahayakan dan disusul dengan hari yang telah gelap memaksa putaran ketiga dihentikan, Hadi harus kembali bermain di hole 10 pada Jumat pagi kemarin. Ia bermain satu stroke di belakang rekan satu grupnya Otawa Keisuke sebelum akhirnya kembali ke posisi puncak saat hendak memainkan putaran final.

Sempat jeda sebentar, Hadi melanjutkan putaran finalnya dengan main solid di sembilan hole pertamanya. Ia berhasil mendapat dua birdie dan membuatnya berhasil memimpin lima stroke. Sayangnya, performanya mulai menurun di sembilan hole terakhir. Ia sempat mendapat bogey di hole 11 dan 12, sebelum kembali mencatatkan birdie di hole 13, untuk kemudian mendapat triple bogey di hole 15. Saat itu keunggulannya praktis terpangkas menjadi hanya satu stroke. Beruntung ia bisa bangkit dan menorehkan birdie lagi di hole 15 dan 18.

“Saya sudah cukup senang dengan permainan di sembilan hole pertama, tapi saat main sembilan hole berikutnya, angin mulai berembus dan pukulan driver saya tidak begitu bagus sehingga di hole 14 bola saya hilang. Benar-benar membuat saya stres,” tutur Hadi yang akhirnya mengumpulkan skor total 8-under 272 usai bermain even par 70 pada hari terakhir itu.

Mereka yang berhasil meraih status penuh dan kondisional untuk musim 2019. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

“Putter saya bagus, dan saya bisa memasukkan beberapa putt. Saya mendapat birdie dari jarak 20 kaki dan beberapa kali dari jarak 8 kaki, yang benar-benar membantu saya.”

Kemenangan ini jelas membuatnya sangat gembira, mengingat ini menjadi tahun perdananya melakoni karier profesional.

“Saya sangat gembira bisa mengamankan status bermain untuk 14 turnamen di China. Terkadang dalam tahun pertama sebagai pemain profesional, Anda tak begitu yakin bisa main di turnamen mana. Tapi sekarang saya punya 14 turnamen, jadi itu sudah bagus buat saya,” ujar Hadi, yang sempat meraih ranking 280 dunia ketika masih amatir.

“Tahun pertama sebagai profesional, Anda harus mengambil pengalaman dan belajar banyak, seperti yang saya lakukan hari ini. Saya harap bisa main bagus di turnamen-turnamen berikutnya, persis seperti minggu ini.”

Max McGreevy finis di tempat kedua dan berhak turun dalam enam turnamen pertama pada musim 2019 ini. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Sejumlah pegolf Jepang juga bermain cukup baik pada pekan ini. Tiga pemain berhasil memastikan hak bermain dalam enam turnamen pertama pada musim 2019 ini. Ketiganya adalah Ryonosuke Seki dan Otawa Keisuke yang akhirnya finis di tempat ke-4, dan Ryoma Yamagata yang finis di peringkat 7.

Pegolf Thailand Suteepat Prateeptienchai mungkin menjadi pemain yang paling merasa kecewa. Ia sempat bermain 67-69-69 dalam tiga putaran pertama dan berada di posisi T3 sebelum memainkan 18 hole terakhir. Namun, ia justru menuntaskan putaran finalnya dengan 7-over 77 dan akhirnya harus menerima posisi T19. Pegolf berusia 25 tahun ini masih mendapat status kondisional untuk enam turnamen pertama musim ini.

Pada pekan ini, setidaknya ada sepuluh negara yang berhasil meraih status penuh atau sebagian. Mereka berasal dari Singapura, Australia, Kanada, China Taipei, Jerman, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, Thailand, dan Amerika Serikat.

Dye Course di Foison Golf Club ini masih akan menjadi tuan rumah bagi Global Qualifying Tournament kedua yang rencananya akan digelar pada 26 Februari-1 Maret. Adapun Global Qualifying Tournament terakhir akan dimainkan di Laguna Golf Phuket, Thailand.

Leave a comment