Rolex merayakan 40 tahun partisipasi mereka dalam olahraga golf bersama USGA.

Pekan ini menandakan pekan yang istimewa bagi Rolex. Perusahaan arloji ternama asal Swiss ini merayakan momen penting lain dalam perjalanan panjang merek kondang ini dalam kaitannya dengan penyelenggaraan U.S. Open yang dimulai hari Kamis (13/6) ini. Gelaran ke-119 di Pebble Beach kali ini sekaligus menandakan 40 tahun kebersamaan Rolex dan USGA dalam menghadirkan U.S. Open.

Relasi Rolex dan USGA terjalin untuk pertama kalinya pada tahun 1980. Sejak itu kehadiran Rolex pun kian terlihat di seluruh dunia berkat kemitraan baru ini.

Direktur Eksekutif USGA Mike Davis melayangkan pujian bagi peran serta Rolex yang sangat penting ini. “Saya tidak bisa memikirkan perusahaan yang lain yang lebih berskala global dan memiliki hasrat luar biasa yang bisa diasosiasikan dengan golf. Dukungan Rolex menyerap inti dari golf, melampaui kejuaraannya dan para pemainnya, Peraturan, sejarah, dan etiket. Mereka mengapresiasi peran kepemimpinan USGA dalam olahraga golf dan kami sangat bersemangat bisa bermitra dengan merek ini sebagai bagian dari keluarga kami,” ujarnya.

Kembalinya U.S. Open ke Pebble Beach pekan ini terasa sangat pas dengan momen istimewa 40 tahun Rolex berkolaborasi dengan USGA. Sebagai lapangan ikonik, Pebble Beach telah lima kali menjadi tuan rumah U.S. Open. Kesempatan pertama terjadi pada tahun 1972 ketika Jack Nicklaus, yang merupakan salah satu Rolex Testimonee, meraih U.S. Open ketiganya. Tahun 1982, U.S. Open kembali digelar di sini dengan Rolex Testimonee lain, Tom Watson, keluar sebagai juara. Setelah Tom Kite menaklukkan Jeff Sluman tahun 1992, di Pebble Beach pulalah Rolex Testimonee berikutnya, Tiger Woods, menjuarai gelar pertama dari tiga U.S. Open yang ia menangkan. Dan sembilan tahun lalu, Pebble Beach menyaksikan bagaimana Graeme McDowell meraih satu-satunya gelar Major-nya hingga saat ini.

Menanti rekor lain dari Brooks Koepka
U.S. Open ke-119 yang akan dimulai beberapa jam lagi ini tak hanya penting bagi Rolex, tapi juga menjadi panggung penting bagi sang juara bertahan. Brooks Koepka, menjadi pegolf pertama yang berhasil mempertahankan gelar U.S. Open dalam 1989. Koepka akan mengusung misi untuk kembali melanjutkan performa fenomenalnya pada ajang Major ini dengan kemungkinan meraih tiga kemenangan U.S. Open secara berturut-turut. Jika berhasil melakukannya, ia akan menjadi pegolf kedua yang berhasil menjuarai tiga U.S. Open berturut-turut, mengikuti jejak Willie Anderson asal Skotlandia yang memenangkannya pada 1903, 1904, dan 1905.

Brooks Koepka akan berharap bisa kembali berpose dengan trofi U.S. Open seperti ini untuk menjadi pegolf kedua setelah Willie Anderson yang menjuarai U.S. Open tiga kali berturut-turut. Foto: Rolex.

Pebble Beach pekan ini akan menuntut pukulan drive yang jauh dari tee, dengan presisi permainan iron menuju green. Tantangan seperti ini persis sesuatu yang bisa diharapkan dari sebuah ajang U.S. Open yang menjamin sang juara hanyalah mereka yang benar-benar layak menyandang status pemenang. Sekali lagi, Koepka akan membutuhkan kualitas akurasi dan konsistensi yang selama ini ia tampilkan ketika memenangkan empat Major dalam delapan penampilan Major terakhirnya.

Nama besar lain meramaikan persaingan
Banyak pihak yang mungkin juga mengharapkan Koepka bisa memecahkan rekor selama 114 tahun terakhir dengan kembali tampil sebagai pemenang. Jika berhasil, bakal berada di jajaran elite Rolex Testimonee lain yang telah memenangkan ajang Major ini di lapangan terkenal ini.

Tahun 1972, Nicklaus meraih gelar ketiganya di sini. Sepuluh tahun kemudian, ia ditaklukkan oleh sahabat sekaligus rival terbesarnya, Tom Watson, yang meraih satu-satunya gelar U.S. Open dalam duel yang disebut-sebut sebagai penyelesaian terbesar dalam sejarah Major.

Jangan lupakan pula kemenangan perdana Woods di sini 19 tahun silam. Kala itu ia meraih kemenangan dengan selisih skor 15 stroke, kemenangan yang dianggap sebagai salah satu performa terbaik dalam sejarah golf. Kemenangan ini menjadi awal dari keberhasilannya untuk memegang empat gelar Major secara bersamaan, prestasi yang sering disebut-sebut sebagai Tiger Slam. Sampai saat ini belum pernah ada pemain lain yang berhasil memegang gelar Masters Tournament, U.S. PGA Championship, U.S. Open, dan The Open Championship secara bersamaan.

Pekan ini, Woods kembali berpeluang untuk menambah koleksi Major-nya setelah meraih yang ke-15 di Augusta National bulan April lalu. Kemenangan tersebut menjadi salah satu kemenangan istimewa Woods dalam kariernya. Kemenangan pada akhir pekan nanti akan menyejajarkan Woods dengan Nicklaus yang mengemas empat gelar U.S. Open, dan sekaligus membawanya mendekati 18 gelar Major yang diraih oleh pegolf berjuluk the Golden Bear tersebut.

Tiger Woods menjadi salah satu unggulan untuk mengulangi kemenangannya di Pebble Beach, seperti yang terjadi pada tahun 2000 silam. Foto: Rolex.

Sementara itu, Rolex Testimonee lainnya, Phil Mickelson juga berharap bisa memenangkan kejuaraan Major ini guna melengkapi karier Grand Slam. U.S. Open menjadi satu-satunya gelar Major yang belum pernah ia menangkan. Kembalinya ajang ini ke Pebble Beach juga bakal memberinya bekal berharga, mengingat Mickelson telah menikmati sejumlah kesuksesan di lapangan ini. Ia akan genap berusia 49 tahun pada hari Minggu, 16 Juni nanti. Maka kemenangan akan menjadi sangat istimewa baginya.

Rolex New Guard
Koepka, Woods, dan Mickelson bakal disertai oleh serangkaian generasi baru golf, yang disebut Rolex New Guard. Kematangan para pegolf muda dalam memainkan olahraga ini dalam masa mudanya, turut dilengkapi dengan kemampuan serta ambisi yang dibutuhkan untuk bersaing dengan para pegolf mana pun juga, pada turnamen apa pun juga.

Salah satuya ialah pemenang U.S. Open 2015 Jordan Spieth. Ia telah menempuh perjalanan ke wilayah Pacific Coast dengan harapan bisa mengulangi permainan cemerlang, seperti yang ia tunjukkan empat tahun lalu, ketika dalam usia 21 tahun ia menjadi salah satu juara termuda.

Sementara itu, Rickie Fowler dan Hideki Matsuyama sebelumnya telah menjadi runner-up pada U.S. Open. Fowler meraih posisi T2 pada 2014 dan dua kali finis di sepuluh besar setelah itu. Matsuyama sendiri melakukannya pada tahun 2017. Ada juga Justin Thomas, pemegang gelar U.S. PGA Championship 2017, yang telah menorehkan dua kali finis sepuluh besar pada U.S Open. Ketiganya jelas berharap bisa menorehkan sejarahnya tersendiri.

Rolex dan World Golf Hall of Fame
Hari Senin yang lalu, Rolex juga menjadi mitra bagi World Golf Hall of Fame dalam gelaran Induction Ceremony for the World Golf Hall of Fame Class of 2019. Salah satu nama yang turut dinobatkan dalam jajaran istmewa World Golf Hall of Fame tersebut ialah Rolex Testimonee asal Afrika Selatan, Retief Goosen, yang berada di jajaran 10 besar ranking dunia selama lebih dari 250 pekan pada periode 2001-2007. Goosen telah meraih 33 kemenangan internasional, termasuk dua gelar U.S. Open, pada tahun 2001, ketika ia juga dinobatkan sebagai European Tour Player of the Year, dan pada 2004. Ia sendiri menjuarai Order of Merit European Tour pada 2001 dan 2002.

Selain Goosen, penobatan tersebut juga dilakukan kepada Dennis Walters untuk Lifetime Achievement Category, Jan Stephenson untuk Female Competitor Category, Peggy Kirk Bell untuk Lifetime Achievement Category, dan Billy Payne untuk Lifetime Achievement Category.

Leave a comment