Total 24 provinsi dipastikan mengikuti cabang olahraga golf pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada tahun depan.

Sejumlah kejutan terjadi pada ajang Pra-PON yang berlangsung di Padivalley Golf Club, Makassar, Sulawesi Selatan, 30-31 Juli 2019 lalu. Kejutan terjadi, khususnya di kategori pria, di mana sejumlah atlet yang memiliki ranking dunia justru harus mengakui ketangguhan atlet daerah.

Mochtar asal Kalimantan Timur menjadi yang terbaik dalam dua putaran. Setelah membukukan skor 72, ia bermain 73. Empat birdie dan lima bogey sudah cukup menempatkannya sebagai yang terbaik di antara 98 peserta yang akhirnya bertanding.

Selain Mochtar, jajaran atas juga menjadi milik sejumlah atlet yang selama ini jarang menjadi sorotan. Joyo Paturusi, misalnya, menjadi pemain terbaik kedua. Atlet yang membela Provinsi Kalimantan Utara ini berjarak hanya satu stroke dari Mochtar.

Tempat ketiga menjadi milik atlet tuan rumah Sulawesi Selatan. Ismail yang sempat memimpin putaran pertama bersama Almay Rayhan Yagutah dari DKI Jakarta dan Hermanto asal Lampung, menutup Pra-PON ini dengan skor 76 dan finis dua stroke di belakang sang juara.

Selain keempat nama itu, jajaran sepuluh besar juga menempatkan sejumlah atlet lain, yang kerap kurang menonjol, seperti Ahmad Yani yang membela Aceh di tempat ke-8, serta Sarno dari Kalimantan Barat yang finis di peringkat 9 bersama atlet Jawa Timur Roger Christo.

Dari kelompok pria, tercatat 23 provinsi berhasil meloloskan atletnya untuk berlaga di Klub Golf Rimba Irian pada tahun depan.

Sedikit berbeda dari kelompok pria, tidak ada kejutan berarti di kelompok wanita. Dari 16 peserta yang membelia 9 provinsi, Inez Beatrice Wanamarta berhasil menunjukkan kelas permainan yang sudah cukup untuk menempatkannya di peringkat teratas. Setelah bermain 1-over 73 pada hari pertama, ia memperbaiki catatan skornya dengan bermain even par 72.

Senior Inez di Purdue University, Ida Ayu Melati Indira Putri, menempati posisi kedua dan menjadi satu-satunya pegolf wanita yang berhasil bermain under di Padivalley Golf Club. Pegolf asal Bali yang akrab disapa Mela ini membukukan dua birdie dengan satu bogey untuk skor 1-under 71.

Pada Pra-PON kali ini, tim wanita Bali menempatkan seluruh wakilnya di jajaran lima besar. Atlet muda berbakat Meva Helina Schmit finis di tempat ketiga setelah bermain 76-73, sementara Victoria Chandra bermain 79-73 di peringkat keempat, berbagi tempat dengan Gianti Mahardika yang membela Jawa Barat. Hal ini membuat Tim Bali layak menjadi unggulan pada PON XX mendatang.

Dalam dua hari ini, sejumlah atlet juga terlihat tidak bermain dalam level permainan yang selama ini dikenal. Beberapa dari mereka masih berhasil memenuhi kuota untuk menuju PON XX, di mana total 49 peserta pria dan 16 peserta wanita akhirnya bakal melanjutkan persaingan mereka untuk memperebutkan total tujuh medali emas. Ketujuh medali ini dipertandingkan melalui nomor individu putra dan putri, nomor foursome putra dan putri, nomor mixed-foursome, serta nomor beregu putra dan putri.

Dengan kurun waktu lebih dari setahun sampai PON XX mulai diselenggarakan pada 20 Oktober 2020, seluruh atlet ini masih bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas permainan mereka. Ini berarti persaingan yang lebih sengit bakal terjadi di Papua, yang harapannya dapat memicu peningkatan level permainan seluruh peserta.

Dalam dua putaran Pra-PON ini, skor terbaik di kelas pria maupun wanita adalah 1-under 71, sementara skor terburuk ialah 89. Sejumlah nama, secara mengejutkan, masih bermain dengan skor 80-an, yang jelas tidak ideal untuk bersaing memperebutkan emas. Ini berarti tim pelatih tiap daerah harus mulai memikirkan cara terbaik untuk mendongkrak kualitas permainan timnya demi meraih hasil maksimal.

Lalu provinsi mana saja dan siapa saja wakilnya yang bakal melanjutkan persaingan ke level PON? Berikut nama-nama pegolf yang berhasil menembus kualifikasi dalam dua hari ini. Jumlah ini akan bertambah menjadi empat pria dan tiga wanita dari tim tuan rumah Papua.

KELOMPOK WANITA
Sumatera Utara
Grace Monica Bettis 81-79
Nadia Rosiana Tanjung 80-80

Banten
Nathania Damarisa Rim 79-76

DKI Jakarta
Aurelia Grace Nicole 77-77
Kristina Natalia Yoko 81-75

Jawa Barat
Gianti Mahardika 75-77
Ribka Vania 82-78

Jawa Tengah
Popy Setiyana 84-76

Jawa Timur
Inez Beatrice Wanamarta 73-72
Nanda Winnet Soraya 76-82

Bali
Ida Ayu Indira Melati Putri 75-71
Meva Helina Schmit 76-73
Victoria Chandra 79-73

Kalimantan Timur
Andani 76-79

Sulawesi Utara
Lydia Hawila Sitorus 76-78
Michelle Mogi 77-80

KELOMPOK PRIA
Aceh
Ahmad Yani 75-76
Mustafa M. Thaib 77-82

Sumatra Utara
Christianto Agita Sinuhaji 78-82

Sumatra Barat
Juakken Ginting 82-78

Sumatra Selatan
M. Agus Noval Syahputra 80-74
Arfanza Auliah Faturahmah 77-86

Riau
Anugerah Baginda Harahap 77-77
Farhan Fadillah 78-81
Taufik 83-77

Kepulauan Riau
Iswadi Imin Mai 79-78
Stanley Tay 82-81

Lampung
Hermanto 71-77

Bangka Belitung
Nurdana 75-75
Abdullah 78-80

Banten
Franklin Graham Lydra 78-81
I Nyoman Pasek Jiwandana 80-82
Mochamad Seandy Alfarabi 74-89

DKI Jakarta
Almay Rayhan Yagutah 71-77
Gabriel Hansel Hari 77-73
M. Rifqi Alam Ramadhan 79-76
Jonathan Xavier Hartono 75-82

Jawa Barat
Randy AM Bintang 72-81

Jawa Tengah
Amadeus Christian Susanto 78-80
Dylan Gabriel Santoso 82-78
Sumardi 79-84

D.I. Yogyakarta
Sugiyono 80-77

Jawa Timur
Roger Christo 76-76
Jose Suryadinata 79-75
Timothius Tirto Tamardi 76-79
Ach. Fani Nazaruddin 79-80

Bali
Tonico Anggara Hermanto 79-79
I Nyoman Budiada 82-77
Luke Evan Moore 86-77

Sulawesi Selatan
Ismail (PROV SULSEL) 71-76
Zaenal 78-75
Abd Rahman 81-77
Abdul Hamid 79-83

Kalimantan Timur
Mochtar 72-73
Jainuddin 81-76
Sainuddin Bob 82-80

Kalimantan Selatan
Wendy Karyanto 72-83
Ismail 80-78

Kalimantan Barat
Sarno 77-75

Kalimantan Utara
Joyo Paturusi 72-74
Sudirman 81-75

Kalimantan Tengah
Syahrani Andreas 77-77
Rayhan Abdul Latief 80-76

Sulawesi Utara
Ahmad Rahama 81-79

Sulawesi Tenggara
Hardin 81-78

Leave a comment